
“Itu.“ Tunjuk Aqi. Dia melihat sesuatu yang lain dari yang lain yang ada di lokasi tersebut. Jelas-jelas suatu hal yang mereka cari.
“Mana?“
“Sedang membersihkan barangnya.“ Nampak satu sosok itu tengah dengan asik mengelap apa yang tengah dia pegang. Namun posisi yang aneh membuat tak serta merta langsung ketahuan. Dia tersembunyi dari batang-batang tanaman yang dia tanam sendiri. Serta pakaian kumalnya seakan menjadi kamuflase dengan lahan sekitar yang membuat warnanya hampir mirip.
“Pacul sama sabit.“
__ADS_1
“Mau dibawa pulang kali.“
“Kok tak di tinggal saja ya? Kan besok juga akan kembali lagi. Kalau dibawa-bawa tentu akan membuat rasa sangat berat.“
“Kan takut hilang.“
“Alat itu tak mahal, tapi buat mereka sangat berguna.“ Berapa sih harga satu sabit saja. Tentunya tak akan semahal bahan bakar yang sangat banyak. Namun kali ini mereka butuh. Jika dengan bahan bakar, pasti butuh mesin buat di pakai. Dan itu bukan untuk kali ini. Makanya alat sederhana tersebut menjadi sangat penting. Lebih penting lagi kalau suatu saat punya yang canggih. Jadi dalam menggarap sawah ladang nya akan bisa semakin cepat serta bisa menghasilkan sangat banyak pekerjaan di lokasi tersebut dengan sekali tempo yang tak terlampau lama.
__ADS_1
“Itu ya.“
“Lagi pula, daerah ini tak ada pintu dan sekat di sisi nya sebagai dinding sederhana. Makanya kalau ada yang melintas seperti kita, dan melihat sesuatu yang aneh, membuat penasaran untuk kemudian di bawa pulang. Kan sayang. Si pemilik nanti akan kebingungan, serta tak bisa melakukan apa-apa di situ. Mana jarak dari rumah lumayan jauh. Kalau mesti bolak balik mengambil alat tentu akan jadi persoalan tersendiri. Selain capek, maka akan membuang waktu sangat banyak,“ ujar Aqi. Dengan kata lain dengan di bawa nya semua peralatan pulang akan merasa lebih aman. Dengan rasa capek yang mungkin ada, tapi kalau jumlahnya tak banyak maka akan masih bisa di atasi, untuk kemudian menjadi pegangan kala tak ada apapun yang dibawa. Serta esok masih bisa menggunakan nya lagi dan masih posisi sama sebagai barang bawaan. Lagipula daerah yang demikian rimbun suatu waktu perlu juga di babat sehingga akan menjadi lokasi yang layak di lewati. Karena dalam keadaan di tempat yang memang sangat rentan akan tumbuhan liar tersebut pasti akan ada posisi dimana tak tertata nya perjalanan yang tengah di jalani itu. Ini yang membuat berbagai halangan terus menghadang. Baik itu dari tanaman liar itu sendiri, atau justru yang lebih mengerikan kalau ada binatang buas yang ada di balik rimbun ilalang tadi. Karena mereka juga menyukai lokasi demikian. Selain nyaman, mencari makanan akan lebih mudah. Walau kuat dan perkasa nya suatu mahluk, kalau tak diimbangi dengan sedikit akal bakalan langsung membuat sasaran ketakutan. Sebab takut merupakan salah satu hal yang membuat mahluk penghuni hutan bisa bertahan hidup. Mereka tak punya kekuatan, takut menjadi salah satu sebab dia melarikan diri. Dan melarikan diri itu yang membuat mereka bisa lolos dari maut. Untuk bisa kembali ke habitat nya.
“Begitu.“
“Iya, belum lagi jika hanya punya satu. Maka mencarinya lagi tentu akan kesulitan. Namun jika dia punya cadangan di rumah pastinya akan dengan mudah membawa kembali ke sini.“
__ADS_1