Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 42


__ADS_3

“Dimana Qi?“ tanya Lilin. Langkahnya terus saja terasa semakin berat. Juga rasa letih terus timbul. Hanya saja semangat yang besar untuk mencari adik nya membuat dia sedikit ada kekuatan untuk terus berusaha supaya bisa menemukan secepat mungkin. Bagaimanapun, kembali di ingat, dia masih saudara yang bisa jadi menjadi kekuatan tersendiri untuk menolongnya. Sebisa mungkin. Karena siapa lagi yang mau menolong kalau bukan keluarga sendiri. Kalau keluarga nya tak bersedia menolong, apalagi orang lain. Walau tak jarang orang lain yang punya rasa simpati yang besar juga bisa saja melakukan bantuan, tapi itu tentunya tak banyak. Mengingat orang tersebut bisa saja punya kepentingan tersendiri yang berhubungan dengan keluarga, teman, bahkan sanak famili yang lain. Makanya untuk membantu orang lain sepertinya agak kesulitan. Mau tidak mau hanya keluarga yang bisa diandalkan untuk melakukan tugas yang memang hanya berkecimpung dalam urusan sempit tersebut.


“Menurut orang itu sih, di situ. Pada hutan dekat perbatasan,“ kata Aqi mengingat kembali apa yang dikatakan oleh orang yang memberi keterangan kemarin itu. Tentu saja sembari melihat-lihat daerah yang paling persis dengan apa yang ditengarai sebagai lokasi pasti tempat si mahluk kelihatan. Walau mahluk tersebut kelihatan di situ, namun bukan berarti itu adalah lokasi dimana dia tinggal atau dekat tempat tinggalnya. Bisa saja dia tinggal di lokasi yang jauh, kebetulan dia saat itu tegah berada di situ, atau lagi melintas dengan asiknya. Sehingga bertemu dengan saksi mata. Tapi yang jelas, kalau mahluk itu nampak di situ, berarti daerah ini pernah dia lewati dan singgahi, setidaknya untuk menuju ke lokasi aslinya bisa di telusur dari situ. Hanya saja lama atau tidaknya tergantung dari jarak yang di butuhkan juga., bisa lama jika jaraknya jauh dari situ, namun akan dekat kalau lokasi nya memang bisa di jangkau.

__ADS_1


“Berarti lokasi itu sudah dekat desa dong, kan di perbatasan,“ kata Lilin. Ini hanya perkiraan saja. Jika itu perbatasan. Maka dekat desa yang membatasi nya. Jika demikian maka bisa saja mereka akan langsung menelusuri jalanan setapak tersebut kea rah sebaliknya supaya bisa menjangkau daerah dimana banyak pemukiman yang selanjutnya akan mencari rumah-rumah terdekat guna dimintai keterangan atau lebih jauh nya dimintai pertolongan supaya menunjukkan dimana lokasi khusus yang bisa mengarah ke tempat mahluk tersebut tinggal. Sehingga untuk selanjutnya bisa segera menemui adiknya yang tak jelas kabarnya. Masih baik-baik saja atau tidak baik-baik saja karena berada di lokasi yang tak jelas dengan mahluk mengerikan yang hanya menyisakan cakar-cakar seram nya itu saja.


“Sepertinya begitu,“ ujar Aqi. Mereka terus saja menuju ke lokasi yang dimaksud. Kelihatan nya kalau melihat ciri-ciri lokasi yang Nampak, maka tak jauh lagi akan ketemu. Dan kalau berdasar keterangan yang di ingat itu, memang disini lah lokasi nya. Kecuali jika ada lokasi yang begitu mirip. Karena gambaran demikian bisa saja berubah jika ada suatu kejadian yang mampu bergerak secepat yang tak di duga. Sehingga mampu merubah alam demikian cepat. Misalkan suatu bencana, atau sengaja di rubah dengan menggunakan kekuatan tertentu agar memang bisa merubah sesuai dengan keinginan nya. Hanya saja kalau sengaja merubah itu akan membentuk suatu gambaran seperti yang dinginkan, namun jika karena alam, maka semua akan terjadi demikian saja sesuai apa yang alam lakukan.

__ADS_1


#


“Ya, kayaknya disini dia kemudian menghilang di balik kelokan jalan setapak yang banyak tumbuhan nya,“ ujar Aqi mengingat kembali kisah si orang lading kemarin yang masih jelas dalam kenangan nya akan kisah yang memang mesti di ingat terus supaya tidak kehilangan lokasi yang sudah di dapat. Karena memang hanya itu yang bisa dilakukan tanpa ada rekaman dengan alat khusus apalagi mesti mendetail apa yang dikatakan kemarin. Karena lokasi yang demikian saja, serta kondisi yang juga seperti itu. Maka untuk menuntut lebih jauh juga tak akan mungkin. Semua serba berada dalam keterbatasan.

__ADS_1


“Dia hilang atau tak kelihatan ya Qi?“ tanya Lilin. Karena antara dua hal yang ditanyakan itu sedikit berbeda. Jika hilang, maka dia menuju ke alam lain yang tak diketahui oleh manusia, atau alam lelembut yang memang tak kasat mata buat manusia lumrah, juga ke dimensi lain yang tentu saja berbeda dengan dimensi yang di tinggali orang sekarang. Sementara kalau tak kelihatan, menurut ucapan nya tadi, bisa saja dia cuma berbelok atau bersembunyi di balik lebatnya tumbuhan hutan. Atau bisa jadi, dia itu hanya sekedar jalan biasa, namun karena keterbatasan manusia yang kala itu melihat nya, membuat langsung tak nampak dari suatu sudut pandang yang memang tak bisa mendeteksi dari arah tersebut. Makanya langsung hilang begitu saja oleh satu orang yang sebelumnya melihat itu. Padahal dia hanya tertutup sesuatu saja.


“Entahlah. Kalau hilang juga kan langsung tak Nampak, sementara jika dia cuma lenyap, karena membelok, juga tak di ketahui. Sebab tak ada yang tahu lagi. Apalagi, untuk dimintai keterangan jelas sangat sulit. Itulah kalau tak banyak yang melihat, maka kondisi nya akan sangat sulit untuk terus dimintai keterangan. Baik orang yang melihat maupun dari sisi si mahluk itu sendiri. Sebab orang yang melihat juga tidak di kenal. Hanya beberapa orang yang berdasarkan katanya saja. Serta sudah mulut ke berapa yang menceritakan hal itu supaya sebagai getok tular bagi yang tak mengetahui langsung. Sehingga bisa saja untuk yang terakhir kali mendengar akan kesulitan dalam mencerna. Bahkan tak jarang kalau dari awal melihat posisinya demikian, namun di akhir pendengaran yang mendengarkan akan lain sama sekali dari apa yang di lihat pertama kali itu. Inilah, nama nya daya tangkap antara satu dengan yang lain berbeda-beda porsi nya.

__ADS_1


__ADS_2