Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 65


__ADS_3

“Terus, mahluk yang tadi kita ikuti mana?” tanya Lilin yang keheranan dengan mahluk sebelumnya, nyatanya tak kelihatan sama sekali. Baik di dalam sini, maupun pada ruangan sejauh dapat mereka lihat. Kalaupun tidak ada disitu, semestinya di kejauhan akan Nampak dari situ. Sebab ujung-ujung ruang itu seakan di batasi dengan tembok kelam semuanya. Yang menandakan jika ruangan tersebut meskipun luas juga tetapi masih berada dalam jangkauan pandangan mereka. Yang berarti bahwa segalanya bisa terlihat. Walau barang-barang juga banyak berserakan di tempat tersebut. Sehingga kalaupun tertutup, maka tak akan lama langsung akan Nampak. Kecuali jika berusaha menyembunyikan diri sehingga bakalan bisa bertahan lama sampai mereka semua pergi dari situ barulah akan menampakkan diri seperti layaknya anak-anak yang tengah bermain demikian yang hanya ingin bertahan hingga segalanya menyerah demi suatu permainan menarik yang akan semakin menarik kalau semuanya berjalan dengan sangat sulit. Tapi ini dunia aneh. Dimana makhluknya juga aneh, dan situasinya semakin tak jelas. Makanya untuk menyimpulkan yang hanya demikian akan kesulitan.

__ADS_1


“Mahluk opo e?“ ujar Lalan heran dengan apa yang di percakapan keduanya. Ingin cuek juga bagaimana. Tetapi kalau mengikuti juga tak paham betul. Yang dirasa kini juga serba bingung. Apa yang terjadi selama berada di situ juga tak dia pahami. Yang ada kembali menjadi sosok yang tak mengerti situasi. Sebab kalau di pikir juga hanya semacam mimpi saja. Tetapi kalau dibiarkan nyatanya dia berada di situ, serta perutnya kini yang tak bisa dia tipu. Serasa lapar terus. Dengan demikian, merasa lapar yang hebat, pastinya merupakan suatu masa yang memang lumayan lama. Bisa jadi seharian itu memang dia berada di situ, dan tak terisi apapun. Makanya merasa demikian berat rasanya. Ini suatu logika manusia yang memang begitu kenyataannya. Akan merasa lapar jika waktunya terisi namun tak ada apapun yang masuk ke perut lapar tersebut. Sehingga akan langsung bereaksi dengan suasana yang kini di rasakan tersebut.

__ADS_1


“Itu, kita kemari kan mengikuti mahluk dari tadi,“ jelas Lilin. Kembali dia mesti menjelaskan kondisi sejak awal, mulai dari rumah yang sangat khawatir dengan dia yang dibawa mahluk bercakar yang sangat misterius. Sampai mereka berhasil masuk dengan jalan misterius juga. Serta menemukan juga dalam kondisi yang seakan tak se-alur dengan keinginan mereka. Tetapi suatu kondisi yang sedikit mirip dengan keberuntungan semata.

__ADS_1


“Wah aneh.“

__ADS_1


Mereka hanya bisa saling pandang dengan apa yang tengah terjadi kini. Mau tak percaya bagaimana, tapi kalau terlalu percaya juga kali ini tengah berada dalam ruangan yang menjadi kekuasaan mereka. Itu tentunya membuat mereka takut untuk selalu berkata-kata atau cuma memikirkan saja sudah merasa sangat ngeri. Belum lagi jika memang terjadi kenapa-napa yang ujung-ujungnya mereka juga yang bakalan celaka. Ini yang patut di hindari. Sebisa mungkin untuk berlaku sewajarnya. Namun juga tidak terlalu mencolok untuk jadi manusia lemah yang hanya menurut mereka saja. Mesti bisa berusaha menjadi suatu hal yang berguna tentunya.

__ADS_1


__ADS_2