Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 70


__ADS_3

“Gawat mahluk itu disini rupanya,“ mereka langsung terkejut begitu melihatnya setelah membuka pintu terakhir. Dan itu kondisi yang tak disangka-sangka. Apalagi mereka tengah suka karena sepanjang perjalanan dari ruang penyekapan hingga sampai ke menjelang keluar melewati pintu rahasia dari goa luar tadi, ternyata mereka dikejutkan oleh suasana yang sangat mencekam. Hal ini membuat kegembiraan mereka sirna seketika, dan berganti duka bercampur dengan rasa seram. Apalagi memandang mahluk yang semula taka da kok sekarang ada.


“Wah cepat tutup!“


Dengan segera pintu di tutup dengan keras. Sebelum mahluk itu ikut masuk. Dan rasa ketakutan langsung timbul seketika. Sehingga tak ada niatan lain selain mesti menghindar diri supaya mereka tidak memandang mereka, serta melalaikannya begitu saja, tanpa perlu mengikuti ulang mereka.


“Terpaksa kita membalik,“ ujar Aqi yang merasa taka da jalan lain selain apa yang dikatakan ini.


“Aduh bagaimana ini?“

__ADS_1


“Terus kita membalik.“


Mereka bertiga segera meninggalkan pintu itu dan menuju ke pintu sebelumnya. Yang mengarah ke dalam, pada posisi ruang dimana penyekapan terjadi.


Mereka menuju ke pintu sebaliknya dengan berdebar-debar. Karena sembari mengawasi ke pintu yang sudah di buka dan ada mahluk mengerikan tadi.


Dan Nampak pintu itu perlahan-lahan terkuak. Mereka memang tak berusaha mengunci, akibat tak sempat akibat ketakutan lebih besar menghampiri. Jadi hanya berteriak-teriak sembari meminta yang lainnya supaya bisa saling mendekati pintu sebelumnya itu.


Berikutnya badan yang menyusul kepala. Terlihat jelas bentukan mengerikan tersebut. Selain satu kakinya yang masih berada di seberang pintu itu.

__ADS_1


“Gawat dia melihat kita.“ Itulah yang terakhir mereka saksikan. Tatapan liar mahluk itu tepat menjurus ke arah mereka yang ketakutan sembari berusaha membuka pintu tetapi pikiran masih tetap mengamati keberadaan mahluk tersebut supaya tahu dia mendekat atau diam saja.


“Dan mengejar.“


Mahluk itu benar-benar mengarah ke posisi mereka bertiga. Dan membuat ketiganya langsung buru-buru menguak pintu yang sudah terpegang, tetapi belum terbuka sepenuhnya, akibat mengamati kalau-kalau musuh tersebut berubah pikiran untuk tidak jadi menangkap mereka. Tapi harapan tinggal harapan. Kenyataannya, mereka mesti mendapati kondisi yang mengerikan dimana musuh terus menatap mereka dan melangkahkan kaki panjangnya guna memburu mereka itu.


“Langsung saja masuk ke pintu tadi.“ Mereka serta merta membuka pintu yang mudah di buka tersebut. Berharap masuk yang sudah di inginkan sedari awal tadi, dan membalik lagi untuk mencari jalan lain ke luar dari rumah berkabut yang mengerikan dan berada dalam kekuasaan mahluk yang doyan mengejar-ngejar tersebut tanpa perasaan itu. Juga bagaimana menjauh darinya. Sebab kalaupun sudah di luar juga belum tentu bisa lepas. Bukti nya, mereka yang sudah ada di rumah juga masih bisa di seret ke tempat sarang mereka ini.


“Apalagi….“

__ADS_1


“Segera, mumpung dia masih jauh.“ Desak yang paling belakang untuk menghindari rasa takut yang berlebihan ketika mahluk itu sudah berusaha sampai ke tempat mereka berdesakan ini. Kalau langsung masuk, setidaknya ada sedikit waktu untuk menghindar atau bahkan bersembunyi, dan yang ebih di inginkan adalah mengganjal pintu tersebut supaya ada lebih banyak waktu lagi buat mahluk tersebut bisa mencapai posisi mereka dan menangkapnya dengan brutal.


“Itu... “


__ADS_2