
“Segera lari…“
Namun baru berucap. Mereka sudah menatapnya. Sorot mata yang tajam tentunya. Dengan segera bakalan mengejar. Dan tentu saja sulit di hindari. Mengingat betapa cepat mahluk itu. Kecuali satu, kalau bisa mencegahnya. Maka bakalan bisa mengurangi yang mengerikan tersebut. Tapi ini tentu saja sangat sulit. Mengingat dia sangat kuat. Serta mahluk tadi sangat cekatan dalam bertindak. Makanya hal ini membuat kemungkinan melumpuhkan mereka jadi sangat sulit.
“Lah mereka tahu.“
“Yah.“
“Menghindarinya.“ Mereka berbarengan untuk berusaha melangkah dari satu titik tersebut dan menuju ke lokasi yang belum jelas juga. Yang pasti akan dilakukan yang begitu terus dan terus. Tanpa ada hal lain yang bisa dilakukan. Juga sudah pasti di balik pintu tersebut aka nada mereka. Ini perkiraan yang memang sangat memungkinkan.
__ADS_1
Tapi dia terus menatap. Jadi ragu untuk melanjutkan langkah. Atau mesti terus diam. Akhirnya kebingungan sendiri. Dan saling pandang untuk seterusnya.
“Ayo.“ Didorongnya yang bagian depan. “Cepat!“
“Dia sudah sampai itu.“ Sembari terus menatap posisi si mahluk yang Nampak masih diam saja sembari menatap gerak-gerik yang tengah berusaha menghindar tersebut. Nampak diam, akan tetapi kakinya kelihatannya mau segera mengejar. Tinggal ke arah mana para rombongan ketakutan ini melangkah. Maka kaki itu yang bakal menuju ke sasaran.
“Yah kena aku.“ Gerutunya, saat si mahluk masih seperti tadi, mau mengejar, tapi tak jadi. Makanya kalau dilanjutkan sudah barang tentu sekali melangkah akan sampai. Jauh sekali langkah tersebut dengan bentukan yang ramping dan panjang dengan lutut yang demikian lentur sehingga akan mampu melompat dengan cepat.
“Hihi…“ Hanya berusaha mengekeh. Demi melihat hal tersebut. Walau masih sangat ketakutan. Tapi mau bagaimana lagi. Melihat rekan sendiri sedikit kacau dan untuk menghibur batin yang lagi ketakutan.
__ADS_1
“Kenapa?“
“Cepat makanya!“ Bagaimana bisa cepat. Kalau lokasinya saja demikian. Layaknya bagi si mahluk, satu lompatan saja sudah bisa menjangkau ke tempat mereka. Terus yang disebut cepat apanya kalau begitu. Selain hanya berkutat dalam ruangan yang memang sangat pendek tersebut.
“Ini sudah.“ Namun semua belum cukup. Selagi musuh memang menginginkan, maka kemana saja langkah kaki itu, bakalan membuat sengsara. Akan terus di kejar dan diburu. Meski sampai ke ujung dunia pun. Ibarat suatu lokasi yang sangat jauh, tapi masih bisa dijangkau. Sehingga masih ada kemungkinan menangkapnya. Walau memang sangat sulit dan penuh perjuangan, jika ada niat segalanya itu bakalan kena juga. Inilah mengerikannya jika sudah punya ambisi besar serta kemauan yang demikian hebat dalam satu keinginan. Dan cuma bisa berharap, mereka tak bisa menemukan, cuma bisa melakukan hal yang aneh, demikian saja. Agar bisa secepatnya keluar dari situ. Hingga suatu saat bisa aman, sesuai harapan jika sudah berada di dunia lain.
“Waduh.“
Bergegas saling bergerak. Serta melarikan diri masing-masing. Tak bisa saling melihat pokoknya. Karena posisi sudah demikian. Kalau terus memperhatikan lainnya, maka bisa saja musuh akan menyusul. Sebab kondisi ini yang membuat langkah jadi lemah.
__ADS_1