Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 31


__ADS_3

“Ayo. Segera kita mencari daerah-daerah yang diceritakan oleh mereka tadi,“ kata Lilin yang sudah tidak sabar dengan keterangan yang amat berharga dari orang-orang yang sudah sangat berpengalaman di dalam hutan begini serta mengetahui banyak rahasia yang terkandung di dalamnya. Tentu saja setelah itu bakalan langsung menemukan apa yang di cari. Sehingga sudah tak ada waktu untuk mencemaskan nya kembali.


“Hampir malam tapi,“ kata Aqi mengingatkan. Sekaligus mau bilang kalau sudah seharian mereka berusaha menemukan si adik namun sejauh itu sama sekali taka da titik terang nya sama sekali.


“Makanya segera. Katanya masih ada orang lain yang tahu, semakin banyak keterangan, maka akan semakin mudah kita untuk menuju titik awal menuju ke gerbang gaib dimana bisa menemukan rumah besar tempat sarang mereka yang kelihatan dan tak kelihatan,“ kata Lilin. Di samping itu, menurutnya, kalau semakin banyak yang di dapat, bukankah akan semakin menguntungkan guna mendapat hasil yang juga bakalan semakin besar saja. Semisal banyak keterangan kalau di sungai ada banyak ikan, yang satu bilang di sungai itu, yang lain juga bilang di sungai itu, serta yang ain akan bicara hal serupa, maka kalau di cari pada lokasi tersebut, kemungkinan besar akan mendapatkan banyak ikan juga. Sebab berdasarkan pengalaman yang sangat berharga, serta mendapati kenyataan kalau di suatu lokasi sudah banyak yang beruntung. Hal ini akan bisa sama juga ketimbang mencari di lokasi lain yang kemungkinan nya jarang menemukan apa yang di cari itu. Hal demikian lah yang di harap dari seorang kakak yang tengah mencemaskan sang adik yang hanya bermodal keterangan tentang ada nya cakaran-cakaran itu saja.


“Ya sembari jalan saja, kalau ketemu.“ Sebab untuk sekarang ini kayaknya sudah sedikit saja harapan nya. Mengingat hari bertambah gelap. Dan melihat dua orang sebelumnya itu telah bersiap untuk kembali pulang dengan peralatan yang sudah dia tata agar bisa langsung bawa. Makanya kemungkinan yang kali ini terjadi adalah dia sudah balik ke kampung. Kalaupun masih ada bakalan tak mau memberitahu atau bercerita dengan alasan sudah terlalu sore dan sangat tak keburu waktunya. Makanya, keterangan sebelum itu tadi mestinya adalah yang paling berharga buat di lanjutkan pencarian nya dengan mencari titik - titik pertemuan yang sudah di bicarakan tadi.

__ADS_1


“Soalnya ini hampir gelap.“


“Kemalaman kita nanti.“


“Kalau iya gimana.“


“Yah dimana.“

__ADS_1


“Nyari lah pondokan penduduk.“ Itu yang kemudian terlintas. Seperti layaknya di belakang mereka yang baru saja di tinggalkan. Sebab memang masih banyak tempat-tempat begitu yang tersembunyi di balik pepohonan besar. Dan saat hutan di buka, baru Nampak banyak nya hunian-hunian yang berserakan dengan tata letak yang tak serasi. Asal ada tanah sedikit rata langsung di dirikan. Sebab tak membutuhkan banyak tenaga dan waktu hanya untuk mendirikan satu tempat sederhana yang hanya sebentar mereka singgahi itu.


“Nggak takut lu.“


“Ya enggak, kan ada elu.“


“Hehe.. Mumpung sepi ya,“ ujar Aqi yang senang. Seakan tak ada takut-takutnya dia di tempat menyeramkan begitu. Jangankan Cuma tempat seperti itu, walau ke ujung dunia bakalan dia jalani, asal sudah di percaya sama cewek cantik yang jadi dambaan nya ini.

__ADS_1


“Apaan sih, enggak lah. Ngeri.“ Lilin hanya menggoyangkan bahu sembari terus jalan.


__ADS_2