
Melihat mahluk itu bergerak menjauh. Tanpa bisa berbuat banyak.
Lilin tersadar dan langsung bilang.
“Aqi cepat!“
“Aqi kejar!“
“A.. A…“
Aqi hanya bisa tergagap dengan datangnya sosok aneh, berikutnya menghilang tanpa bisa apa-apa bahkan untuk mengucap kata juga sulit. Sementara pengalaman dulu sewaktu bertemu bahkan bergumul melawan dia, kali ini sia-sia belaka, langsung bagai hilang di telan bumi, semua kenangan itu. Yang ada hanya terkejut yang bercampur ngeri. Untuk selanjutnya hanya bisa mendengar ocehan si istri yang langsung main salah-salah saja, tak memahami kerepotan suami dalam membina rumah tangga yang harmonis. Mungkin tak sejauh itu ya, namun kenyataan dengan cepatnya mahluk itu pergi, menjadikan Lilin langsung berkomentar tentang kondisi tak baik tadi.
__ADS_1
“Malah diam, ayo!“
Lilin menyeret Aqi. Untuk mengikuti mahluk menyeramkan demikian.
“Yah hilang.“
“Kurang cepat kau Qi,“ ujar Lilin yang juga kebingungan mencari sosok yang tadi terlihat begitu jelas, namun seiring dengan cepatnya dia bergerak, membuat bayangan nya pun tak nampak lagi.
“Cepat sekali lagi.“
“Iya.“
__ADS_1
Seakan dalam sekejap mata sudah hilang. Ini tentu saja di barengi dengan kondisi mereka sebelumnya yang memang tak siap untuk kedatangan mahluk yang mereka cari-cari itu. Karena masih bergolek, bahkan Aqi tengah dalam keadaan tertidur walau tidak lelap di dekat bara api. Jadi saat ada yang melintas tak bisa langsung siap. Dan inilah akibatnya yang membuat gerakan si mahluk Nampak cepat sekali. Tapi juga karena mahluk itu memang terkenal akan kelincahan dan kecepatan nya di berbagai lokasi yang sulit untuk di ikuti oleh manusia tanpa keahlian khusus. Dan itu yang kedua orang itu rasakan.
“Kalau tadi kena, kan ketahuan di mana dia menyembunyikan Lalan,“ ujar Lilin. Sedikit menyesal dia. Kenapa tak lebih cepat. Meskipun belum tentu jika sudah dekat akan paham, dan berani, setidaknya ada kejelasan yang mesti di terus kan. Dan belum tentu juga si mahluk akan baik-baik saja. Bisa jadi justru akan langsung menyerang mereka. Atau memberi pelajaran bagi siapa saja yang mengikuti mereka guna memberi efek jera, jadi untuk waktu yang lain tak lagi-lagi berani - berani nya mengikuti mereka bahkan lebih jauh lagi sampai mengganggu keberadaan nya. Itu yang patut di perhatikan.
“Tapi dia sudah jauh.“
“Huh…“ Berikutnya hanya bisa mengeluh. Tak ada ungkapan lain. Sebab kini jangankan bayangan nya, gerak nya juga pepohonan di sekitar tubuh nya juga sama sekali tak kelihatan. Tanpa tanda-tanda lagi. Begitu cepat dia nampak, secepat itu juga dia pergi menjauh. Andai saja mereka tahu kalau dia akan dating, tentu sudah ada persiapan untuk melawan atau sekedar bertanya, supaya bisa menelusuri nya lebih jauh lagi. Atau bahkan ikut sampai si Lalan ketemu. Walau sebenarnya takut, tapi bagaimana lagi, ketakutan bukan suatu hal yang bisa menyelesaikan masalah. Namun akan semakin memperpanjang urusan. Untuk itulah sikap nya mesti di berani berani kan. Agar segera bisa menuntaskan masalah.
“Ayo kita kejar.“
“Ayo.“
__ADS_1
Bergegas keduanya menyusuri jalanan sempit, dimana mereka melihat mahluk aneh tersebut berada serta menghilang untuk waktu berikutnya. Ke arah tersebut mereka terus melangkah.