
“Di Sana.“
Mereka mencoba menuju ke suatu tempat sepi. Atau tidak ada hubungannya dengan si pengejar tadi. Yang sudah sangat kuat berhasil mencengkeramnya. Namun dengan sedikit keberuntungan berhasil dia tepis. Dan sampai sekarang lumayan terbebas.
Makanya menuju ke lokasi yang sekiranya tanpa ada yang mengganggu itu lebih baik. Tempat yang sekiranya memang benar-benar tengah tak di jaga oleh gerombolan mahluk mengerikan tersebut.
Sebab dalam bayangan mereka, sebentar lagi, pasti mereka balan langsung sudah berkumpul untuk melakukan aksi pengejaran yang semakin membuat mereka kebingungan akibat terus saja dikejar dengan tak diberi kebebasan untuk meloloskan diri, kembali ke kampong halamannya yang asri, demi berkumpul dengan keluarga dan para tetangga yang baik hati tersebut.
“Ya bagus.“
“Terus kita lari.“
Sedikit longgar kejaran itu. Yang bisa membuat mereka sedikit lega juga.
__ADS_1
“Huh, akhirnya sedikit bebas.“
Memang tak berhenti sama sekali. Apalagi dengkul rasanya mau copot saja. Dengan sedikit oleng daya berdirinya. Tetapi dengan begitu bisa sedikit jalan santai. Dimana kejaran para mahluk tadi sedikit tak nampak.
Dan mereka seakan menghilang saja. Tapi tentu saja tak bisa terus demikian. Apalagi sampai terduduk dan rebahan. Karena dunia ini milik mereka. Dimana suatu saat bisa muncul. Bahkan dari balik tempat yang tak mereka sadari itu. Makanya kewaspadaan mesti di jaga.
Bagaimana memanfaatkan waktu yang memang sedikit itu untuk bisa memulihkan kekuatannya sehingga akan bisa dilakukan gerakan lagi, jika sewaktu-waktu dia muncul dengan sekonyong-konyong. Sehingga akan bisa menghindarinya secepat yang dia mbisa dan tentunya lebih kuat sedikit dibandingkan dengan kondisi sekarang yang sangat kelelahan. Bahkan untuk melangkah sekalipun.
“Nah sedikit lagi.“
“Namun usahakan jangan sampai berhenti.“
Itulah yang dilakukan. Pelan-pelan berjalan. Menuju ke pintu yang sekiranya bakalan membawa keluar dari lokasi tersebut dan bisa meninggalkan untuk selama-lamanya tempat yang tidak mengenakkan ini.
__ADS_1
“Sampai kita benar-benar berhasil keluar dari tempat ini.“
Tempat berbahaya. Dan tak ingin sekalipun kembali ke situ. Bahkan di kasih hadiah juga enggan mengingat banyak sekali musuh yang mengerikan.
Kalaupun mereka tak jadi lawan, melihat bentukan mahluk itu saja sudah sangat seram. Hanya ketakutan yang dirasa. Bahkan untuk lokasinya saja sudah membuat tak betah. Karena merasa kalau di daerahnya dengan di sini sangat berbeda jauh untuk dibandingkan dengan situasinya. Makanya akan merasa enggan untuk mengulangi kejadian ini. Belum lagi rasa takut yang mendera demikian hebat.
“Lalu melanjutkan hingga tiba di kampung halaman.“
Itu rencana yang telah tersusun rapi. Sehingga kalau masih ada dalam ruangan berkabut ini, maka kesempatan memandang jauh tak bisa. Seakan semuanya terpenuhi oleh kabut-kabut pekat yang sangat misterius ini. Setidaknya kalau sudah melewati selaput tipis batas antara dua dunia ini, bakalan lebih nyaman.
Nanti akan mencari orang pandai bagaimana supaya bisa mengusir mereka dan tak mengganggu ketentraman mereka lagi dalam dunia yang penuh dengan orang-orang yang hidup rukun tersebut. Tanpa adanya gangguan dari para mahluk yang sangat mengerikan termasuk bentukannya ini.
“Baru kita merasa benar-benar aman.“
__ADS_1
Juga akan bisa melakukan aktifitas sebagaimana mestinya itu tanpa dipengaruhi oleh banyak keraguan serta kengerian akibat terus terbayang oleh mahluk ini yang sama sekali tak menunjukkan sikap ramahnya. Selain ingin menyeret mereka terus ke dunianya yang pekat tersebut.