
“Ya sudah. Yuk segera kita pulang.” Daripada di situ terus juga buat apa. Sementara yang di cari sudah di dapatkan. Kini tinggal menuju ke suatu pintu tembus menuju keluar dari goa yang tak begitu dalam sebagai penanda masuk ke tempat tersebut. Serta siap menuju ke rumah dengan mendapati para saudara yang sudah merindukan mereka kalau sudah lama tak kelihatan dari pandangan.
”Boleh. Tapi hati-hati kalau ketemu mahluk itu,” ujar mereka sedikit berpesan. Sebab betapa menyedihkan nanti kondisinya. Dimana mereka sudah sedemikian lama berusaha melupakan dia, tetapi mahluk itu justru membuat gara-gara dengan mengambil paksa saudara mereka. Padahal mereka sudah berusaha untuk tidak ikut-ikutan dalam mengganggu keberadaan mereka. Tetapi rupanya mereka tetap merasa terusik sehingga untuk selebihnya merasa jika perlu mengambil paksa saudara mereka yang demikian sopan dan santun tersebut. Katanya.
__ADS_1
”Ya benar.” Kalau gegabah. Maka mahluk tersebut yang sudah berhasil menemukan mereka, pasti akan menangkap kembali. Bahkan rumah mereka juga sudah paham. Maka seakan tak ada lokasi yang bisa membuat mereka bersembunyi. Tentu akan di cari ke ruang yang sama dalam rumah mereka sebagai lokasi tidur seperti kebiasaan. Mungkin akan lebih indah nanti di ungsikan ke lokasi lain. Atau berada di tempat yang sama tetapi mesti di pagari dengan mantra-mantra sakti yang mampu mengusir mereka dari lokasi sebelum sempat masuk, atau bahkan akan menangkap mereka lagi. Ini tentu sangat berbahaya jika sudah di ulang begitu. Pasti mereka akan melakukan sesuatu yang membuat mereka menyesal. Makanya perlu menari yang kuat sebagai jaga diri dari sesuatu yang mengerikan tersebut. Bahkan kalau perlu akan mencari orang yang pintar, pintar sekali, sehingga mereka tak akan menemukannya lagi. Bukan hanya lalan, tetapi semua saja yang menjadi anggota keluarga tersebut, bahkan diri sendiri yang jika saja sampai masuk kembali mungkin tak akan bisa kembali karena tak akan bisa menemukan portal misterius sebagai jalan menuju ke dunia gaib yang sangat sulit di tembus tersebut.
”Nah kita lewat pintu itu.” Itu tempat yang tadi. Sebenarnya kali ini hanya bolak-balik saja ke loksi yang sudah mereka hafal semenjak tadi. Serta itu menjadi sebuah kenangan yang sangat indah untuk di lewati ulang. Sebab sudah membawa apa yang mereka incar semenjak awal. Serta menjadikan perjalanan balik tentu akan merasa sangat cepat. Sebab selain rasa yang senang, karena apa yang di inginkan sudah di peroleh, juga telah menghafal lokasi yang sebelum ini telah mereka lewati dengan sangat suka tadi. Dengan begitu pastinya akan semakin mudah. Apalagi bukan hanya seorang saja yang melewati. Dengan dua atau lebih, maka akan semakin mudah menghafal dengan saling memberi masukan guna mengintainya kembali.
__ADS_1
”Oke.”
Dibukanya pelan-pelan pintu itu.
__ADS_1