
“Pak!“ teriak kedua nya memanggil-manggil lumayan keras. Takut nya tak terdengar. Seperti sudah di bilang tadi. Tempat itu sepi. Jauh dari mana-mana. Dan ada kemungkinan kalau suara juga bakalan hilang tertelan desau angin. Atau setidaknya jarak yang lumayan panjang membuat terhalang oleh gesekan-gesekan antar batang tanaman yang mengeluarkan suara aneh. Sehingga panggilan mereka bakal tertutup atau tersamarkan oleh bunyi alami dari tumbuhan yang saling bergerak karena hembusan kuat angin.
“Eh....”
__ADS_1
Dia kaget. Hendak lari. Sebuah kata yang sangat tepat untuk kala itu tentunya. mengingat ini daerah sepi. Tak jarang akan membuahkan celaka. Dan selanjutnya akan kesulitan meminta pertolongan. Atau bahkan tak ada yang menolongnya sama sekali. Dan itu mesti dia lakukan untuk segera balik ke rumah. Jangan sampai nanti kemalaman di jalan, tersesat, lalu tak tahu jalan pulang. Itulah makanya hal menakutkan demikian mesti dihindari untuk kemudian kabur duluan kalau benar-benar sesuatu berbahaya tengah menghadangnya. Dan kali ini nampaknya pikiran terdalam nya itu suatu kekeliruan dimana tak selayaknya dia kaget hanya karena pemikiran yang terlampau larut pada sesuatu yang belum terjadi.
“Barangkali kita dikira hantu atau serigala. Sehingga dia was-was ya,“ ujar Lilin melihat gejala tersebut. Maklum jangankan orang itu, mereka juga was-was. Berada di tempat sunyi. Sebentar lagi gelap. Serta tak punya apa-apa untuk berlindung di lokasi nyaman. Makanya melihat orang juga terpikirkan suatu hal yang aneh. Dan itu orang yang ada di depan nya kini. Hanya karena sudah melihat dulu, serta sangat berharap untuk bisa bertemu dengan seseorang, membuat mereka kehilangan rasa takut nya serta bisa menyadari dengan akal budi nya kalau orang tersebut yang tengah di cari untuk di mintai berbagai pertanyaan yang jawaban nya bisa menjadi langkah untuk mereka selanjutnya. Apakah mesti kembali, atau cukup sampai disitu saja, selanjutnya melanjutkan pencarian mereka yang sangat ditunggu oleh si ketakutan dalam cengkeraman mahluk itu andai memang dia diperlakukan tak sewajarnya atau bahkan sudah jadi materi persembahan buat dipuja oleh orang-orang berperilaku aneh di dunia yamg tengah mereka cari itu.
__ADS_1
“Ada apakah?“ ujar si bapak setelah yakin kalau yang mendekat itu orang. Walau hari sudah sore, menjelang senja serta mentari sebentar lagi lenyap. Ini sebuah sandekala yang bagi banyak orang merupakan suatu peralihan hari yang bisa jadi merupakan hal mengerikan kalau segala pantangan di langgar. Maka tak terkecuali dengan mahluk aneh yang kadang suka menampakkan diri di pergantian waktu tersebut. Makanya kebanyakan orang akan menutup diri dulu dalam rumah kalau menjelang saat-saat tersebut.
“Sebentar bapak,“ kata Aqi. “Boleh tanya?“
__ADS_1
Orang itu sedikit berpikir.