Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 38


__ADS_3

“Semakin jauh dia Qi,“ ujar Lilin.


“Iya.“


“Malahan tak nampak.“


“Ya sudah kita kembali saja ke gubug, istirahat,“ kata Lilin.


“Jauh juga kita meninggalkannya,“ ujar Aqi.


“Lalu gimana?“

__ADS_1


“Sini aja nyari tempat yang nyaman.“ Mau tidak mau. Kalau kembali demikian jauh dan sudah tak bisa di deteksi. Bisa-bisa ketemu saat pagi datang. Itu sama saja dengan tak istirahat. Karena terlalu lelah.


“Dimana, semuanya serba gelap dan pekat.“


“Dah ah di bawah pohon saja.“ Akhirnya di situ mesti istirahat. Dicari banyak lokasi yang sangat nyaman untuk sekedar duduk atau sukur bisa rebahan dalam menghadapi malam pekat di suasana yang sangat suram begitu.


“Sini Qi. Nampak pohon besar dan seram,“ kata Lilin mencari tempat yang biasanya nyaman kalau di pakai istirahat. Sebab jika ada hujan akan terlindung dari tetes air yang mengucur dari atas. Yang di suasana demikian bisa saja sedingin kulkas. Sehingga akan semalaman tak bisa nyaman istirahat, walau bukan untuk tidur. Sebab tak banyak orang yang mampu tidur di sembarang tempat akibat kesulitan menyesuaikan diri. Tapi ada juga yang mampu istirahat di sembarang lokasi, akibat dia tak terpengaruh pada tempat, serta bisa menyesuaikan diri. Dan hanya lelah saja yang mampu menyeret dia langsung terlelap di lokasi apapun dengan sangat mudah. Ini tentunya tak terjadi pada semua orang, karena setiap nya bakalan banyak suasana kesehatan yang dimiliki mereka.


“Ah, malah pilih yang seram,“ kata Aqi keheranan melihat dia malah tak ada takut-takutnya di kala malam sepi di lokasi yang juga menyeramkan di tengah hutan begitu.


“Kau pakai HP.“

__ADS_1


“Aku tak ada sinyal.“


“Buat senter,“ ujar Aqi.


“Ini.“


Ditekan cahaya. Lalu di pakai untuk menyinari sekitar daerah tempat mereka berdiri itu. Nyatanya tempatnya demikian saja. Hampir tak ada perubahan. Hanya nampak beberapa barang hutan yang sedikit lebih jelas. Karena sinar itu memang demikian saja.


“Sama saja tak jelas.“ Kalau mungkin sejenis suklit besar bisa mengganti sinar mentari siang. Sehingga sekitarnya akan nampak semua. Dan juga di kedalaman tanah atau dalam keremangan suasana di bawah pepohonan hutan yang seram, menjadi jelas semua serta bakalan bisa melihat apapun. Tapi ini kecil saja. Masih tak jelas untuk seara detail. Yang ada hanya sekitar lokasi yang lumayan untuk di jadikan tempat duduk saja. Itu selagi terang. Jika hujan, suasana yang seram ini pastinya akan bertambah mengenaskan. Juga akan menambah pekat nya suasana semakin bikin merinding saja. Sekali lagi mereka diuntungkan oleh suasana yang sedikit terang itu.


“Ya sudah, nunggu sampai terang disini.“

__ADS_1


“Oke.“


Mereka duduk seadanya. Pada bawah pohon yang semestinya tak sehat. Berebut oksigen dengan si pohon sangat besar yang tentunya banyak membutuhkan zat itu.


__ADS_2