Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 127


__ADS_3

“Nah sini.“


“Baru aman.“


Kembali sedikit merasa lega. Setelah berada di lokasi lain yang lebih nyaman. Tapi tentu saja mesti banyak berhati-hati. Sebab pikir mereka sebentar lagi, para mahluk yang banyak itu nantinya akan menuju ke lokasi tersebut dan berikutnya bakalan mulai lagi kejar-kejaran seperti sebelumnya dimana taka da kata aman buat mereka sebelum bisa menjangkau ke arah yang sangat jauh dari posisi mereka.


“Kau menuju pintu itu.“


Nampak sebuah pintu lagi. Tak banyak beda. Tapi nampaknya memang ada sedikit perbedaan dari sebelumnya. Dimana lokasi itu sedikit jauh, dan dari ujung ruangan ini sudah Nampak jika si pintu tadi Nampak ada kejanggalannya. Dengan demikian, kalau saja berhasil melewatinya pasti akan merasa lebih tenang.

__ADS_1


Juga bisa saja memang langsung mengarah ke ujung dari perjalanan panjang tersebut. Dimana langkah berikutnya tinggal menyusuri jalan pulang untuk kembali bertemu dengan sanak saudara mereka di rumah. Tentunya hal ini sudah terpikir semenjak awal, namun tak pernah kunjung ketemu juga.


“Kayaknya itu memang jalan keluarnya.“


Mulai yakin. Terutama setelah sekian lamanya mereka berkecimpung dalam ruangan di rumah tersebut yang selalu saja tak ada jalan keluar. Maka sekali ini pasti keyakinan mereka tepat.


Dimana penjagaan juga sangat ketat. Tentunya sebagai bagian akhir dari suatu perjalanan panjang dan keras yang membutuhkan kemampuan besar, supaya bisa keluar dari tempat tersebut dengan penuh keberanian. Disinilah langkah akhir akan di hadapi. Dan sesuai keyakinan itu, maka kiranya pintu yang sangat kuat ini mesti di laluinya.


Jika saja musuh masih banyak di luaran sana, nanti akan dipikirkan lagi kelanjutannya. Yang penting perjalanan mereka mampu melewati rintangan itu dulu.

__ADS_1


“Entar tunggu kita,“ ujarnya lagi.


Sebab kalau langsung menjauh, jangan-jangan di sana juga masih ada sisa-sisa kekuatan para mahluk yang memang berjaga di luaran, atau memang di suruh menjaga lokasi tersebut supaya tidak ada yang mudah meninggalkan tempat dimana besar kemungkinannya jika mereka ada di situ akan menjadi anggotanya.


Ini yang pantas menjadi perhatian. sehingga kalau berada di luar bersama lagi, akan saling bantu, dan tak ada yang kemudian bebas sendirian namun kesulitan menghadapi musuh, sedangkan yang lain menjadi korban akibat membiarkan yang lain bebas supaya bisa mencari bala bantuan.


Tetapi ini juga masih semacam rabaan, akibat lokasi itu belum tentu juga menjadi jalan keluar yang tepat, bisa saja seperti sebelumnya, pintu misterius ini hanya mengarah ke lokasi lain yang masih berada dalam bangunan kuno tadi, hanya berbeda ruang saja.


Ini yang juga menjadi pemikiran. Kalau memang demikian, maka kebersamaan mereka masih di rasa lumayan kuat guna menghadapi serangan musuh, dan jika perlu, sesekali melakukan serangan balik, guna meruntuhkan mental mereka. Kalaupun tak langsung menang, setidaknya nanti akan bisa membuat gertakan kepada lawan tadi sehingga tak main-main menghadapi keberadaan mereka yang cukup di perhitungkan ini.

__ADS_1


“Kami akan by one dengan mereka,“ ujar Aqi yang merasa berani beradu jiwa dengan musuh yang sangat kuat itu. Apalagi si Lalan juga sudah bersedia membantu. Maka tak ada pilihan lain, jika mesti berani menghadapi mereka untuk sekali itu.


__ADS_2