Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 33


__ADS_3

Hari terus merambat. Dan gelap menyelimuti daerah gubug misterius itu. Tak ada banyak yang bisa di lakukan. Hanya duduk duduk saja di dalam gubug tersebut.


“Qi, lapar Qi…“

__ADS_1


Tiba-tiba Lilin bicara. Atau tepat nya mengeluh. Di saat yang sedikit istirahat ini, justru berbagai persoalan yang tidak perlu namun di butuhkan langsung Nampak. Tak terkecuali dengan kondisi badan mereka. Makanya tidak heran kalau orang yang hilang tak tentu rimba akan melalaikan urusan tersebut. Karena focus utama itu bukan tentang hal demikian. Yang terus saja menjadi pemikiran adalah mencari jalan yang tepat. Dan tahu-tahu sudah berada pada suatu tempat yang jauh dan terasing. Sehingga untuk kembali bakalan mendapat kesulitan yang sangat nyesek. Juga kali ini. Urusan perut sedikit terabaikan.


“Waduh, kemana aku mesti nyari makan sementara warung makan atau kedai kaki lima tak nampak,“ Aqi mengeluh. Kalau di biarkan juga tak mengapa, dia juga lapar. Namun kalau di cari kesulitan. Karena daerah demikian. Namun bagaimana juga namanya istri. Apalagi sampai mengeluh. Makanya perlu di usahakan bagaimana bisa mendapatkan sesuatu yang di ingin-i itu. Apalagi ini termasuk suatu kebutuhan. Bukan karena hanya sekedar keinginan. Tentunya hal ini berhubungan juga dengan kesehatan nya nanti. Kalau dapat maka resiko lebih sehat bakalan besar. Namun jika tidak akan sebaliknya. Dan jika menderita atau sampai sakit, tentunya dia juga yang bakal lebih pusing lagi. Selagi pencarian belum dapat, sudah mesti mengurusi si sakit. Bakalan menambah rasa yang tak karuan. Sebisa mungkin hal ini harus di atasi. Dan yang paling mungkin hanyalah mencari makanan seadanya di sekitar daerah itu. Tentunya akan sulit. Namun selagi masih ingin mencari maka akan mendapatkan. Sebab apa yang tak bisa, namun berusaha mendapatkan nya, niscaya bakalan menghasilkan buah yang di cari itu.

__ADS_1


“Coba nyari ubi.“ Itu yang terpikirkan. Sukur-sukur kalau dapat buruan binatang liar. Yang kemudian akan di cincang - cincang hingga hancur sehingga memakan nya akan mudah. Tentu saja bakalan kesulitan. Meskipun di tengah rimba, namun sebagian sudah di buka, dan yang terbesar adalah tanaman homogen akibat program dari pemilik supaya menanami daerah tersebut dengan tanaman yang bermanfaat untuk selanjutnya hasil dari hutan ini sebesar-besarnya demi pemasukan negara juga. Makanya yang liar kemudian di bersihkan untuk kemudian di rubah menanami pohon-pohon penghasil yang tiap bulan nya bisa di panen, atau untuk di ambil kayu bagus nya pada suatu tempo yang sudah baik buat kayu tersebut. Sebab meskipun bagus, kayu itu tak menghasilkan pada tiap bulan nya. Dan hanya baik untuk di ambil hasil kayu nya yang sangat bagus buat kerajinan atau untuk bahan dasar dari suatu bangunan.


“Ya“

__ADS_1


Aqi pergi. Mencoba mencari apa yang di butuhkan istri nya.


__ADS_2