
“Iya… Sini…“
Lalan terus memanggil mereka dengan tangannya yang gemulai. Sebisa mungkin dia memanggil mereka tetapi berusaha supaya si musuh tak melihat keberadaannya yang tengah berlindung di balik benda-benda yang sudah rusak dan bertumpuk di sana-sini. Inilah sedikit menguntungkannya keberadaan benda yang sebenarnya tak terlampau di harapkan. Akibat memang sudah tak layak pakai. Tetapi kali ini sedikit berguna, setidaknya buat pelariannya yang sudah mampu menutupi dari tatapan musuh yang demikian liar tersebut.
“Lari sini.“
Bergegas keduanya menuju ke arah tersebut dan berbarengan menghindari mereka yang terus saja celingukan serta berusaha menangkapnya. Namun rasanya sudah tak sempat bersembunyi, akibat jarak mereka sudah semakin dekat saja, dan tiap kali melangkah selalu sudah berada dalam jarak pandang mengerikan tersebut. Makanya posisi ini hanya di pakai sebagai cara dalam menghindari musuh yang tak bosan-bosannya hendak menangkap mereka kembali.
“Kirain kau ngilang kemana,“ kata Lilin masih dengan langkah tertatih-tatih.
__ADS_1
Diantara rasa senangnya menemukan sang adik. Di samping itu, dia juga sedikit bangga. Karena walaupun si Lalan terkenal sebagai anak yang nakal, tapi untuk kali ini dia bisa di percaya, setidaknya tak meninggalkan rekan yang lain sesame satu team dalam menghadapi musuh, dan masih bersedia membantunya.
Sehingga untuk langkah berikutnya bisa dijadikan pegangan dalam menghadapi musuh, terutama pemikirannya yang terkadang muncul secara tiba-tiba kala berada dalam kondisi terdesak. Juga tak melulu menggantungkan harapan pada satu orang saja yang rupanya sekarang tengah sama-sama berada dalam tekanan ketakutan yang sangat hebat.
“Apa di tangkap,“ kata Aqi. “Kan khawatir.“
“Ya sudah..“ Hanya itu kata-kata Lalan.
Mereka semua terus berjalan. Berusaha menghindari kontak langsung dengan para musuh yang demikian mengerikan. Sebab kalau sampai berpapasan saja, sudah demikian ngeri, apalagi jika bertemu langsung, pasti akan bertambah ngeri. Mengingat mereka mahluk yang tak bagus untuk di ajak kerjasama bahkan diajak berdamai dengan lingkungan. Untuk ini alangkah lebih baik jika melewati jalan tersembunyi yang lumayan asing saja.
__ADS_1
“Ah, tapi masih banyak itu.“
“Gawat.“
Mahluk-mahluk itu terus berdatangan dan semakin dekat posisi mereka itu. Bukan hanya dari satu arah saja, dari belakang mereka, namun semakin banyak yang keluar dan dari segala arah.
Terutama tempat-tempat yang sebelumnya belum pernah mereka lewati. Barangkali di situ sebelumnya mereka menunggu. Hanya karena mereka tak kunjung dating, sehingga langsung saja di buru ke lokasi yang sama. Dan semuanya langsung terkumpul di tempat tersebut akhirnya.
“Mungkin lari ke sini,“ ujar Lalan.
__ADS_1
Seperti sebelumnya yang berhasil mengelabuhi para mahluk tadi, sehingga kali ini, harapannya masih bisa berbuat yang sama seperti tadi. Dengan kecanggihan yang dia miliki dan semakin merasa hebat saja karena segala ilmu sudah di pelajari sejauh berada dalam gedung yang aneh sekali itu. Maka akan bisa sukses kalau melanjutkan rencana yang sudah tersusun tadi dengan melakukannya sama persis seperti yang sudah-sudah. Niscaya pintu keluar akan langsung bisa di dapatkan.