
“Benar-benar cepat yah perjalanan balik kita,“ kata Lilin.
Tak menyangka semua itu terjadi. Tidak seperti di awal mereka masuk ke daerah-daerah asing, yang selalu memikirkan hal-hal aneh yang akan terjadi kemudian. Kali ini tak demikian. Rasa yang ngeri bila di balik semua pintu itu akan melihat bentuk mengerikan si mahluk, kali ini tak merasa demikian. Yang dipikirkan hanya bagaimana supaya bisa sangat cepat menuju ke pintu tersebut. Sebab memang segalanya hanya untuk menuju ke lokasi yang paling disenangi, yakni pintu terakhir, agar tak terlalu capek menuju ke ujung demi ujung dalam suatu ruang yang rasanya sangat jauh walau itu terbatas dari suatu ujung yang masih terlihat. Tetapi karena demikian banyak yang mesti di langkahi itu, merasa kelelahan juga. Dengan tenaga pengganti yang sama sekali tak ada.
“Ya benar. Kita tinggal melewati pintu itu sudah menjelang sampai.“
__ADS_1
Perasaan memang demikian. Setelah pintu terakhir, maka tinggal menembusnya untuk tiba di luar gua yang aneh tadi. Lalu mendorongnya supaya terkuak. Dan menuju ke alam luar yang hangat. Serta tak perlu ada kabut. Seperti di sini, di sesuatu negeri berkabut yang sangat menggigil. Merasa jika bukan hal yang di jadikan suatu kebiasaan, maka berada dalam lokasi ini terasa sangat asing serta menjadi hal yang membosankan. Berbeda mungkin dengan para penghuni di dalam sini yang begitu menyukai kondisi aneh ini. Dan menganggap kalau bukan di daerahnya akan merasa suatu hal yang berlawanan dan menjadi tidak nyaman sebagai kebalikan dari orang pada umumnya.
“Oke.“
“Langsung saja kita buka.“
__ADS_1
Tinggal selangkah lagi. Dipegangnya gagang pintu. Dengan kuat di buka. Agar lega sebentar lagi bisa menghirup udara bebas. Puas rasanya, sudah sampai ke lokasi yang aneh dan tak bisa di tembus oleh kebanyakan orang, tetapi kali ini berhasil. Seperti orang yang tengah wisata, dan bisa melihat bangunan asing yang ada di suatu tempat, melihat keindahan alamnya yang juga bisa meluncur di tempat bersalju, tanpa perlu membuat kulkas es untuk memenuhi suatu ruangan. Atau merasa kesejukannya yang khas sembari menatap langit biru yang tidak kelam. Hal ini juga yang dirasakan semua, sekan tengah wisata saja ke lokasi yang tak biasa serta tak bisa ditemukan di lokasi lain. Untuk kemudian bisa keluar lagi, mendapati keluarga dan lingkungan. Serta bisa berkisah dengan bumbu penyedap yang ada, jika sudah berhasil menerobos masuk ke dunia gaib dengan keberhasilan yang besar, dan menemukan kembali apa yang memang menjadi tujuan utama yaitu membawa adiknya untuk bersama keluarga lagi. Berkumpul dan melakukan aktifitas bagaimana sebagai kebiasaan saat sebelum masuk ke dunia yang sangat misterius ini.
“Hah.“
Namun setelah di buka membuat terkejut.
__ADS_1