
“Bukan... Ini...“ ujar Aqi sembari melepas alat yang menempel di tubuh istri nya.
__ADS_1
“Apa?“ tanya Lilin penasaran. Dia pandangi sesuatu itu. Namun sejenak seakan tak paham ada sesuatu yang membuat dia sedikit kaget tadi.
__ADS_1
“Itu hanya semacam alat penggaruk sampah atau tanaman saja,“ jelas Aqi. Di rumah juga ada. Cuma keadaannya lebih bersih. Ini penuh dengan lumpur yang sedikit basah. Karena telah terpakai untuk mencakar tanah sehingga bagian kering dari tanah tersebut terbalik, untuk memperlihatkan bagian dalam nya yang sedikit basah akibat tersembunyi dari panas matahari oleh permukaan nya yang memang mengering. Di dalam itu dimana bagian akar dari rumput serta sampah yang berserakan akan terseret dengan paksa, serta tercabut beberapa bagian luarnya serta menunjukkan kalau di bawah masih ada yang lembek dengan kandungan air yang masih ada serta belum semuanya terangkat ke angkasa oleh serapan panas sinar matahari dalam bentu uap. Itulah yang membuat bagian ini kotor. Serta sebagian besar sampah dan cabutan rumput bisa terkumpul akibat cakaran benda melengkung itu.
__ADS_1
“Nyatanya cuma cakar rumput yang bentuknya memang mirip cakaran,“ ujar Aqi sembari melihat sejenak alat mengerikan itu, untuk kemudian diletakkan secara berdiri. Dengan ujung alat yang memang terpakai di letakkan pada bagian atas. Dan tangkai panjang itu menempel tegak, sedikit miring, dan bersandar pada gubug yang lebih kokoh untuk sanggup menopang kekuatan yang tak seberapa itu.
__ADS_1