
“Ih, Kita dimana ini?“ ujar Lilin. Dia langsung kebingungan begitu berhasil ikut masuk ke dalam goa yang tampak begitu keras namun anehnya saat berikutnya menyeret mereka ke baliknya yang demikian membingungkan. Jadi apa yang kini mereka rasakan demikian berbalikan dengan apa yang sebelumnya ada di balik dinding goa sana. Menjadi bertambah misterius saja layaknya untuk terus menelusuri alam yang sedikit berbeda ini.
“Di dalam kayaknya,“ Aqi nampak di sampingnya dan berusaha memegang tubuh nya yang seakan sempoyongan supaya tak jatuh. Bagaimanapun masuk tadi seakan ada dorongan yang membuat si Lilin langsung menembus kea lam misteri yang kali ini mereka berada untuk selanjutnya entah apa yang ada di dalam sana.
“Hore…“
“Kenapa?“
__ADS_1
“Banyak kabut ini.“ Tanpa disadari, ternyata di sekitar tempat mereka berdiri kini Nampak seakan orang tengah bakaran sampah atau berada dalam lingkaran api yang besar. Namun mereka tak merasakan bau. Yang ada hanya pandangan mereka terbatas. Bahkan dinding masuk goa sebelumnya kali ini seakan sirna.
“Lalu….“
“Kita berarti hampir menemukan Si Lalan ini.“ Lilin teriak dengan senangnya. Kali ini tak ayal lagi, semua sudah mendekati akhir. Dia yakin kalau akan menemukan apa yang mereka cari. Kesungguhan nya dalam usaha mencari sampai mesti merasakan lelah yang luar biasa, kali ini mendekati hasil. Dan dia hanya berharap kalau adiknya belum di apa-apakan sama mahluk ganas itu.
“Hus, jangan berisik,” ujar Aqi memperingatkan.
__ADS_1
“Kenapa?“
“Ini daerah mereka. Bisa-bisa mereka mendengar dan bakalan menangkap kita,“ ujar Aqi berusaha supaya jangan sampai ada yang mengetahui kalau mereka berhasil masuk ke dunia aneh yang selama ini mereka sembunyikan. Dia terus menatap sekeliling supaya tak ketahuan kalau ada penjaga yang menjaga gerbang portal masuk ke dunia ini, atau barangkali saja ada aktifitas mereka yang telah melakukan kegiatan di dekat situ. Walau sejauh ini nampak masih lengang-lengang saja. Tak ada yang kelihatan. Selain kabut yang demikian tebal sehingga bagian dari apa yang terlihat hanya kabut semata. Anehnya mereka masih bisa menatap dengan bebas. Walau hanya terbatas pada bagian yang langsung tertutup oleh kabut tebal.
“Tapi, Kita berada di Negeri Berkabut ini Qi,“ ujar Lilin terus saja menggerakkan tangan nya dan sesekali badan nya yang bergoyang seakan mengikuti suara alunan musik lokananta yang tak kedengaran namun ada hawa aneh menelusup hingga relung batin nya.
“Iya, tapi diam. Kita jangan melakukan gerakan yang berlebihan supaya suara kita tak sampai kedengaran mereka.“
__ADS_1
“Oke. “ Lilin hanya diam. Namun dalam hari sangat senang. Sebentar lagi pencarian mereka bakalan ketemu. Dan untuk selanjutnya bisa membawa adiknya pulang. Sebab apa yang selama ini di cari benar-benar ada di sini. Pada suatu portal tak Nampak yang setiap orang belum tentu memahaminya. Namun sekarang mereka beranggapan kalau telah berhasil menjangkau nya. Makanya patut di rayakan. Dan kegembiraan itu benar-benar tanpa alasan untuk tak dilakukan semacam selebrasi.