Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 60


__ADS_3

“Lo.“ Lilin tercengang.


“Kenapa?“ tanya Aqi.


“Ini tempat mahluk itu tadi masuk kan?“ ujar Lilin. Jelas sekali dia mengikuti mahluk itu ke arah sini. Karena jaraknya juga tak terlalu jauh serta dalam mengintai demikian jelas, walau cahaya di situ memang tak bisa di bilang terang serta selalu berselimut kabut yang ikut menelusup dalam ruangan, tapi semua itu seakan tak menghalangi mereka dalam memperhatikan situasi yang sangat membuat kepentingan buat mereka ini.

__ADS_1


“Ya, dia ke arah sini.“ Aqi juga yakin. Mereka berdua sama-sama melihat kalau mahluk kerempeng itu benar-benar masuk ke lokasi tersebut dengan gerak yang sangat cepat.


“Kok tidak ada,“ ujarnya. Setelah pintu terbuka, dengan sangat hati hati tentunya, dia celingak sana, celinguk sini, namun tak nampak apa yang dia harapkan. Jangankan si mahluk, adiknya, dan mahluk lainnya tak ada. Benar-benar sunyi yang mencekam.


“Iya. Kenapa dia sangat cepat,“ ujar Lilin sangat heran dengan mahluk tersebut. Tak bisakah menunggu barang sejenak, untuk menunggunya, lalu menampakkan diri, supaya bisa dia mengejar lagi, kea rah mana menuju ke lokasi dimana adiknya tersebut berada.

__ADS_1


“Makanya aku ceritakan, kalau si mahluk memang kecepatannya luar biasa,“ ujar Aqi mengenang masa lalu dimana selalu kejar-kejaran dengan para mahluk yang kecepatannya luar biasa. Melebihi kecepatan angin dan suster ngesot. Makanya sangat cepat. Sehingga bisa dikata jika kejar-kejaran dengan mahluk-mahluk tersebut tak bakalan menang. Itu yang mesti menjadi perhatian.


“Jadi?“


“Kemungkinannya dia telah masuk ke ruang itu,“ ujar Aqi yakin. Karena tak ada yang lain, selain pintu tersebut yang seolah menuju ke suatu tempat dengan arah dan jalur yang sama.

__ADS_1


__ADS_2