
“Qi…. Lilin sudah di luar!“ teriak Lalan yang melihat kalau kakaknya berhasil melewati pintu yang di jaga ketat tersebut. Namun dia masih menyaksikan jika Aqi terus saja melayani gempuran para mahluk yang seakan tak ada habisnya, serta tak merasa capek kalau terus mencoba menerkam mereka.
“Ayo kita susul,“ kata Aqi setelah melihat Lilin benar-benar telah lenyap di balik pintu tersebut. Dan Lalan juga sudah dekat dengan daun nya.
“Bantu aku Qi.“
“Kenapa?“
“Dia mencoba mencengkeram aku.“
Nampak satu mahluk yang lagi berontak dalam usaha menangkap lelaki tersebut. Setelah pengejaran pada si wanita sedikit gagal, sebab sudah jauh berada di luar pintu, maka pandangannya beralih pada si Lalan.
__ADS_1
“Yah malah melirik.“
Dilihatnya mahluk tersebut yang melakukan hal tadi. Nampak menyeramkan. Tentunya selanjutnya langsung bisa membayangkan kengerian itu. “Payah.“
“Cepat!“ Teriak Aqi, supaya selekas mungkin menjangkau bibir pintu tersebut. Walau para mahluk tetap saja berusaha menghalangi mereka.
“Ya.“ Lalan menurut.
“Lompat.“
Mereka semua segera melompat melewati pintu terakhir. Sebelum itu masih terlihat kalau para mahluk itu dengan tatapan liarnya langsung memburu ke arah mereka.
__ADS_1
Sesaat setelah pintu di tutup, terdengar suara berdebum. Kayaknya mereka terus mencoba membukanya. Dengan jalan menabrak daun pintu yang menghalanginya menerobos keluar.
“Ih, untung. Akhirnya semua keluar. Lega sekarang. Sudah bisa menghirup udara segar.“
Begitu berada di luar, sembari menggelosor di pintu tadi. Dan berusaha menahannya. Supaya mereka tak mengikuti terus. Bakalan gawat kalau selalu di ikuti, maka kebebasan mereka menjadi terancam lagi. Dan selanjutnya tak bisa bicara banyak dan hanya lari dan lari lagi hanya berbeda lokasi saja tentunya.
“Eh, jangan berhenti.“
Saat melihat semua sudah ada di luar, akan tetapi si Lilin justru terdiam, seolah tengah menunggu yang lain supaya sama-sama berada di situ untuk berikutnya tak paham apa yang mesti di kerjakan. Pikirnya kalau sudah berada di alam terbuka di rasa aman. Namun rasanya tak seperti itu, sebab mereka-mereka ini juga sangat piawai kalau di luar wilayah mereka. Sebab tak seperti ikan yang harus berada dalam air, mereka ini sama seperti manusia lumrah, yang tentu saja dalam segala hal sama. Termasuk dalam membutuhkan udara. Dan itu sama saja. Mereka juga sanggup bernafas dengan bebas di luar sarangnya, serta beraktifitas yang cekatan walau itu di rimba belantara. Sebab rimba lebat ini juga merupakan lokasi mereka dalam beraktifitas. Hanya kalau istirahat dan tidur barangkali akan nyaman jika berada dalam kandangnya.
“Terus lari.“
__ADS_1
Kembali Aqi berkata. Setidaknya agar mereka yang mencoba keluar tak serta merta langsung menangkapnya. Akibat begitu mudah melewati pintu tadi. Makanya sebagai sedikit benda persulit, maka bakalan langsung di kunci dengan penghalang apa saja. Yang paling mudah tentu saja kayu dengan dorongan yang kuat. Dari luar di ganjal dengan bentuk miring, serta selebihnya di palang dengan balok. Ini akan semakin memperkokoh pertahanan. Walau kalaupun berhasil di dobrak, mengingat mereka sangat kuat, akan tetapi sulit.