Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 82


__ADS_3

Mereka melihat-lihat sekeliling. Ruangan luas. Dan sangat sepi. Lalu di ujung setelah mereka masuk….


“Ini benar singgasana mereka?“

__ADS_1


“Ya ini.“ Hanya itu yang diketahui. Lebih jauhnya tentu sama-sama tak jelas. Sebab bagaimana mereka menghadap, lalu duduk, serta selebihnya tak pernah diketahui. Yang masih terang dalam ingatan hanyalah pada sebuah kemungkinan jika tentunya sang pimpinan itu bakalan duduk di lokasi tersebut, dan kesemua kawula nantinya akan menghadap dengan sangat tertib dan begitu patuhnya. Maklum sama-sama sifatnya. Maka sudah bisa dibayangkan demikian. Walau jika dipikir lebih jauh, maka mulut mereka yang mengerikan, tubuh yang tak jelas bentuknya serta badan yang tegap tapi kurus dan panjang, itu menggambarkan suatu yang sangat tak menentu, hingga akhirnya bakalan membuat mereka merinding bila mengetahui hal tersebut dalam pandangan secara langsung itu.


“Seram ini.“ Bagaimana tidak seram. Suasananya saja begitu. Yang penuh dengan ketidakpastian. Juga penuh dengan nuansa remang-remang. Akibat sinar tak menerobos masuk. Serta cahaya lain tidak sampai di situ. Semestinya jika banyak lampu, maka ruangan ini bakalan Nampak jelas. Baik itu suatu yang lebih nyaman, atau justru sebaliknya, penuh dengan benda-benda berserakan. Tapi andai terang, maka bakalan di bersihkan untuk supaya bisa kesemuanya itu Nampak lebih nyata, kala di lihat serta lebih tertata untuk tujuan apa ruangan tersebut diadakan. Kalau suram begini yang tampak hanya ketidak jelasan serta kelembabannya saja yang begitu memuakkan, sehingga di akhirnya bisa membuat orang tidak kerasan, untuk lebih jauh lagi menginginkan kembali ke rumah, layaknya sebuah perjalanan yang sangat panjang. Padahal di situ-situ juga pada lokasi yang demikian dekat dengan mereka, yang hanya karena tak suka kondisi itu membuatnya ingin meninggalkannya.

__ADS_1


“Lalu main pegang.“ Dipegang orang saja belum tentu suka. Kali ini dipegang oleh sesuatu yang bercakar. Sudah seram sakit pula. Tentu akan jadi hal buruk dalam pemikiran dan akibatnya nanti. Bisa-bisa akan infeksi, atau terpapar oleh virus mahluk tersebut. Lebih jauh lagi andai terkena penyakitnya, lalu bakalan jadi seperti mereka, dan yang ebih parah, jika samai sakit, meninggal lalu lenyap tak tahu rimbanya. Ini yang tentu saja sangat menyeramkan.


“Serta menyeret kita.“ Jelas dalam bayangan yang tiba-tiba Nampak. Memegang dan kemudian pergi. Sebuah kengerian. Tapi jelas hanya bisa di bayangkan saja. Kenyataannya kali ini tak terjadi apa-apa walau semua bulu lembut seakan meremang terus melewati kondisi yang demikian mencekam. Sebab kali itu adalah demikian menyeramkan. Sangat tak mengenakkan. Serta kemudian bakal jadi pemikiran yang tak mudah untuk di buang.

__ADS_1


__ADS_2