Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 48


__ADS_3

“Nggak dalam yah?“

__ADS_1


“Iya.“

__ADS_1


Tentu saja taka da stalaktit dan stalakmit. Hanya sebuah relung saja. Tak dalam, cetek. Juga seakan tak bisa untuk berlindung kalau untuk pertahanan. Sebab banyak gua sebelum itu yang memang di fungsikan untuk bertahan. Semenjak dahulu kala. Orang-porang kuno sangat menyukai daerah demikian. Karena dianggap lebih kuat dari lingkungan lainnya yang gunanya untuk jaga diri dari alam maupun serangan binatang buas. Makanya tak heran jika banyak diantaranya yang memfungsikan tempat-tempat begitu sebagai rumah tinggal. Dan seiring berjalannya waktu mereka akan menggunakannya untuk berbagai kepentingan. Yang semula hanya berteduh saja, kemudian di buat sebagai tempat tinggal dan menyimpan hasil berburu dan meramu yang di peroleh hari itu. Sebab merasakan bagaimana kalau mendapat makanan yang langsung habis akan semakin sengsara untuk langkah selanjutnya. Maka bagaimanapun mempersiapkan diri untuk senja maupun esok harinya. Sebab mereka juga akan dilanda rasa sakit dan sebagainya yang kemungkinan tak bisa mencari buruan. Untuk inilah mereka akan menyimpannya barang sehari atau dua hari. Serta lama-lama untuk waktu yang lebih lama. Sehingga gua yang sempit tak akan bisa di pakai untuk itu semua. Dan berikutnya bakalan mencari gua yang lebih besar lagi. Dimana demi berbagai kepentingan akhirnya bisa menjadikan tempat tersebut sebagai rumah tanpa sekat. Hanya karena alami saja membuat lokasi demikian bisa di pakai dengan pembatas yang sudah ada. Jadi yang semula sat ruangan itu di pakai untuk segala keperluan, berikutnya apa yang terbagi itu lalu di pisah sesuai dengan kebutuhan. Dan berikutnya bisa membuat sekat sendiri jadi tak tergantung pada alam, namun sudah bisa membentuk ruangan tersebut dalam beberapa bagian yang tentu saja masih primitif dalam kegunaannya. Sehingga goa yang besar dan terdiri dari satu ruangan saja lambat laun bisa di pakai bersama-sama dalam satu goa untuk beberapa keluarga. Dan di waktu berikutnya goa yang polos tersebut akhirnya di ukir suatu gambaran tentang pengalaman mereka dalam berburu dan mencari makanan. Atau membawa peralatan yang mulai canggih untuk membentuk nuansa dinding gua yang sebelumnya demikian saja menjadi sangat indah kalau di lihat. Itu semua seiring berjalannya waktu. Dimana manusia sangat cepat pergantiannya, sementara buat goa alam itu demikian saja seterusnya dalam waktu yang sangat lama sampai alam merubah dengan sendirinya keadaan goa tersebut. Baik oleh suatu bencana, dimana gunung yang ada di atasnya meletus serta membuat goa hancur berantakan, atau lempeng benua yang saling bertumbukan untuk membuat yang semula berada di atas gunung terjerembab hingga ke dalam timbunan bebatuan di atasnya. Dan yang berada di dasar laut akan naik sampai tinggi sebagai akibat dari tumbukan dua kekuatan besar yang demikian dahsyat itu. Dan berikutnya akan berganti dari apa yang ada dalam samudera yang sebelumnya merupakan jalur air, akhirnya sedikit terangkat serta mongering untuk berikutnya membentuk suatu lorong panjang yang kering dan kemudian menjadi goa yang besar. Dan mungkin ini juga bagian dari proses tersebut. Hanya usia belum terlalu tua, sehingga gerusan air dahulu di tambah angin yang lamban laun menggusur tanah lunak, akhirnya membentuk cekungan tak dalam saja. Yang barangkali belum pernah di tempati orang. Hanya sebutannya saja demikian. Goa macan. Barangkali macan itu sering singgah dan berteduh di dalamnya sebagai bagian dari mendinginkan tubuh agar tak terlampau kuat terkena paparan sinar matahari. Dan dinginnya suasana malam. Itulah yang membuat dia hanya sebentar saja di situ tanpa banyak menghasilkan keluarga yang besar sebagaimana biasanya Nampak dalam suatu keluarga binatang buas itu yang terdiri dari beberapa ekor, para predator ganas.

__ADS_1


__ADS_2