Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 103


__ADS_3

“Cepat,“ ujar Lalan. Dia tengah menunggu. Sembari memegangi daun pintu. Dan siap supaya bisa bersama-sama masuk. Dengan demikian juga akan sedikit mudah bagi mereka untuk melintasi satu hal yang tak seberapa sulit, namun menjadi mengerikan kala sudah berhadapan dengan musuh serta batin mereka sendiri yang lagi merasa cemas begitu. Sejauh belum bisa membuka, maka akan sanggup di kejar oleh mereka yang mengerikan tadi.


“Kau buka pintunya,“ ujar Aqi. Dengan susah payah, dia terus membimbing istrinya agar bisa sama-sama dalam perjalanan yang semakin melelahkan tersebut.

__ADS_1


“Iya sudah.“


Lalan menguak lebar-lebar. Supaya Lilin yang cedera bisa melewatinya dengan mudah. Dan tak menyentuh sisi pintu untuk bagian kaki sakit tersebut. Tersenggol sedikit saja sudah bisa merasakan betapa sakitnya bagian itu. Mungkin, andai di kota atau setidaknya di suatu pemukiman ramai, dia bisa mencari apotik terlengkap, supaya bisa mencari obat penghilang luka, dengan di tambah pakai perban yang tebal sebagai bagian dari usaha supaya jika tersentuh sedikit saja sudah tidak usah meraung-raung lagi. Meskipun bisa di sadari hal tersebut memang sangat menyiksa. Semua orang jika mengalami hal demikian, pasti akan merasakannya, namun hal itu mesti di tahan sementara waktu, mengingat kondisi mereka masih seperti ini, jauh dari kata aman, dengan bayang-bayang mahluk yang mengerikan tersebut, selalu menghantui, dan bisa muncul setiap saat sampai mereka letih untuk mengingatnya kelak.

__ADS_1


Dia amati di dalam sana. Tak ada orang. Sepi. Mahluk itu juga taka da. Jadi sementara tidak menakutkan. Makanya mendingan langsung saja menembus daerah itu untuk bisa melintasinya, dan berikutnya bisa menjangkau sisi sana dengan nyaman. Sebelum mereka sadar kembali dan melakukan pengejaran secara membabi buta. Ini yang sangat di khawatirkan. Untuk itulah wajib selekasnya menghindari kejaran mereka dan sebisa mungkin tak usah bertemu kembali. Nanti mesti jalan dengan menunduk. Sehingga kalau kaki mereka yang hitam mengkilat itu Nampak, maka langsung balik badan saja, sehingga sudah Nampak dari kejauhan. Itu yang patut diwaspadai.


“Baguslah.“ Dengan begitu perjalanan sementara bisa sedikit nyaman. Setidaknya sampai ujung pintu sebelah sana yang sangat mengerikan tersebut bisa lebih tenang dalam melakukannya, terutama yang kali ini tengah menderita sakit tersebut.

__ADS_1


__ADS_2