Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 89


__ADS_3

“Ayo lari.“


Mereka berusaha lari. Saat mahluk itu menatap keberadaan mereka. Dan pasti sebentar lagi bakalan mengejar. Dan benar saja langsung dikejarnya mereka.


“Wah gawat.“


Kepanikan terus terasa. Soalnya mahluk itu tak bisa diajak main-main. Dia Nampak sudah mulai marah. Sebentar lagi bakalan mengoyak mereka. Harus terus berjuang supaya terus bisa lolos.

__ADS_1


“Makanya segera lari.“ Pesan yang lain. Kalaupun bisa, akan terus bersama. Jadi jika yang lain lari, maka tak ikut, hanya akan terlempar untuk tidak selalu bersama. Dan menyendiri dengan resiko ditangkap akan lebih segera.


Karena sendiri lebih rapuh jika digabungkan dengan tiga kekuatan yang bisa menandingi musuh kalau cuma seorang. Jika hanya menghadapi secara masing-masing, bukankah sudah dipastikan jika musuh lebih kuat dan tangkas, serta sangat gesit gerak langkahnya untuk sanggup mengalahkan sesame manusia yang sudah jelas kekuatannya berlainan tersebut.


Walau kadang ada yang menandingi, tapi jarang. Bisa dibilang hanya satu dibanding seribu.


“Ini… “ Dipercepat usaha lari itu. Namun bayang ketakutan yang terus nampak. Sehingga saat takut itu. “Tapi mesti menoleh dulu.“

__ADS_1


“Melihat keberadaannya lah.“ Jika benar dia masih disana, maka lari juga bisa diatur. Mau cepat atau pelan. Kalau sudah dekat, makanya mesti bergegas. Dan jika masih diam di tempat, itu yang jadi kesukaan. Karena meskipun lari, ada beberapa waktu untuk menata nafas. Sehingga jarak yang terjadi masih saja tetap ada. Berbeda jika dia sudah ada di dekat. Maka bakalan kesulitan. Apalagi melihat langkah mereka demikian cepat serta tangkas.


Melebihi kebanyakan dari mereka, yang selain langkahnya pendek, juga nafas mesti diperhatikan. Detak jantung tersebut seakan terus memburu. Melebihi apa yang tengah mereka kejar. Waktu. Yang jelas mendera terus. Ini semakin membuat mereka kacau.


“Itu disana.“ Di toleh lagi ke arah semula berdiri. Dan mahluk tersebut terus menatapnya. Sudah tahu. Dan bakalan mengejar. Sesuai perkiraan. Dan kayaknya tepat kali ini. Sebab bagaimana lagi. Kalau itu dirasa sangat menakutkan. Terutama bagi mereka yang tengah mengalami hal ini. Rasanya ingin terus bergerak sampai sesuatu yang mengerikan ini hilang.


Tapi tentu saja apa daya, jika apa yang ditakutkan itu terus saja ada di pandangannya. Seakan tak ingin hilang.

__ADS_1


Dan enggan menjauh dari pikiran rasa takut yang membayang. Sehingga, dibutuhkan selain kekuatan rasa, juga tuntutan perbuatan demi terbebasnya hal demikian tersebut supaya terbebas secara sungguh yang tak ada lagi yang mengejarnya.


“Yah…“ Sedikit kecewa kala menyaksikan mahluk itu terus saja memperhatikan mereka, dan rasa-rasanya sudah dekat saja kalau dipikirkan.


__ADS_2