Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 114


__ADS_3

“Nah kan ada pintu lagi.“ Diperhatikan di tempat yang hendak di tuju, serta berbalikan dengan arah dating sebelumnya. Dimana pada lokasi itu ada sebentuk benda yang memang tengah mereka incar supaya mampu meninggalkan lokasi tersebut.


“Ya ada lah,“ ujar yang lainnya. Dan segalanya itu menjadi bagian tak terpisahkan yang berguna untuk menghubungkan antara ruang dengan ruang yang juga berfungsi sebagai penyekat diantaranya supaya lebih tertata dan kondisi antar ruang itu tidak terlampau kacau dalam melihatnya.


“Kan banyak.“

__ADS_1


“Semenjak awal kita berada di sini, sudah bertemu pintu dan pintu.“ Dijelaskan lagi posisi itu yang sudah tak terhitung pintu-pintu yang menembus ke berbagai ruangan dengan kondisi terbengkalai serta tak banyak orang yang memfungsikannya. Sehingga banyak pertanyaan yang muncul, buat apa semua itu di buat kalau akhirnya di biarkan dan semakin menjadi mengerikan dan menakut-nakuti mereka saja.


“Bukan itu saja,“ ujar Lilin. “Lorong ini benar-benar menyeramkan.“ Karena selain itu lorong-lorong diantara ruang itu juga terlihat tak hanya satu, namun terdiri dari beberapa buah. Terutama yang sudah di lewati sebelumnya. Dan yang belum mungkin juga ada. Dan letaknya diantara pintu-pintu dan ruangan yang menghubungkannya. Ini semakin ngeri kelihatannya, sebab memang lumayan panjang kala harus mengikuti terus.


“Apalagi kalau sendiri.“ Sudah bisa dipastikan, daya hayal-nya akan tercipta. Tentang apa dan siapa. Walau terkadang taka da orang sekalipun, maka akan membayang. Benda-benda biasa terlihat menyeramkan. Apalagi kalau tengah dalam kondisi takut, apa yang terlihat itu seperti bergerak. Dan apa yang ada dalam keremangan juga menjadikannya sebagai suatu yang lebih mengerikan lagi.

__ADS_1


“Oke…“


Mereka melanjutkan perjalanan yang semestinya tak seberapa jauh. Sebab ke ujung itu sudah kelihatan. Tapi kondisi demikian yang membuat seakan semakin jauh saja. Ruangan itu seperti sulit di lewati. Juga akan benda-benda berbahaya yang sewaktu-waktu mereka terjang akibat ketidaktahuannya. Benda yang rusak tadi semakin menghalangi langkah-langkah mereka. Itu semakin berbahaya bagi perjalanan takut itu. Semakin sulit kala melintasinya. Walau kali ini tak ada yang merintangi mereka. Sebab musuh lagi tak nampak. Dan semakin mengerikan kalau semua itu tiba-tiba muncul untuk mengacau sehingga tujuan semula mereka semakin tak kunjung usai. Inilah mengerikannya berada dalam dunia yang menyeramkan ini.


“Wah jalanan sedikit menanjak ini.“

__ADS_1


“Udh... “


Lilin semakin mengeluh. Jalan yang datar saja sulit. Apalagi ini sembari mengerahkan kekuatan. Karena ada sedikit perbedaan ketinggian diantara satu tempat dengan yang lain, walau Nampak dan satu ruang saja, akan tetapi untuk yang kali ini benar-benar berbeda. Dan kelihatan seperti di luaran sana yang saling menjulang, akibat berada dalam hutan. Demikian juga di daerah ini. Barangkali saja kala membuat memang sengaja di buat lebih tinggi. Untuk mengurangi waktu pembuatan. Atau memang ketersediaan bahan yang kurang memadai sehingga tidak membuat rata semuanya, tetapi di buat demikian. Mungkin juga untuk mempercepat lintasan air yang mengalir terlampau banyak hingga tidak terhenti dan menggenang di salah satu lokasi, namun akan semakin laju saja kondisinya hingga menjangkau ke titik buang paling rendah nantinya. Itulah makanya ada posisi yang demikian, dengan tidak memperhatikan kalau bakalan di lewati oleh orang sakit yang tengah kesulitan dalam melangkah ke satu tujuan saja.


__ADS_2