Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 116


__ADS_3

“Ayo terus…“


“Wah aku tak sanggup.“ Lilin meratap. Dia memang berusaha menjangkau pintu yang sudah tampak dengan jelas dan rasanya tinggal beberapa langkah lagi sudah teraih, akan tetapi jarak yang demikian saja sulitnya minta ampun. Lukanya rasanya bertambah parah. Dan rasa sakitnya begitu menyiksa yang membuat jarak tak demikian panjang saja sudah membuat merintih tak karuan. Kalau saja boleh menangis, rasanya ingin dia berteriak kuat-kuat. Akan tetapi begitu berat rasanya. Dan jika hanya ratapan saja, mungkin tak akan bagus untuk kondisi saat ini, semestinya memang suatu langkah nyata yang dibutuhkan, walau memang rasanya tak tertahan, akan tetapi jika berusaha, maka tak akan sulit rasanya andai mampu berbuat lebih banyak lagi, niscaya harapan bakalan bisa teraih. “Kaki ini sakit kali.“


“Waduh bagaimana ini?“ Keduanya ikut panic. Sebab sudah tak bisa berbuat banyak. Mana mahluk tersebut sudah sangat dekat dengan si Lilin. Dan apa yang menghambat tadi benar-benar tak bisa di jadikan pegangan untuk merasa lebih aman.


“Cepat Lalan, kau tahan dia!“ ujar Aqi, masih berusaha. Barangkali saja ide kali ini akan bisa menghentikan si mahluk, atau sedikit banyaknya bisa menghambat, sehingga akan membebaskan si wanita menuju ke seberang pintu. Itu dulu yang diharap. Dan merasa paling aman untuk kondisi tadi adalah dengan jalan demikian. Hal lain yang rasanya lebih hebat belum terpikirkan.


“Oke…“


Lalan menurut. Dia juga berusaha semampunya untuk bisa berbuat banyak. Mahluk itu mesti di hadang, paling tidak di halangi. Kali ini yang jadi focus pengejaran justru kakaknya. Yang mungkin dirasa paling lemah, serta akan mudah di bawa, dibanding yang lain.

__ADS_1


Keduanya segera mencegah supaya si mahluk tidak menangkap Lilin.


Lilin terus berusaha mencapai pintu. Lalu membukanya. Dan berusaha masuk.


“Aku berhasil.“


Lilin lalu menutup pintu tersebut. Dan hendak mengunci.


Lalu keduanya segera masuk. Mahluk itu diupayakan sedikit menghindar. Lalu beringsut mendekati pintu yang sama. Disini mereka secara pelan ikut ke dalam. Dengan cara yang sedikit sulit itu, keduanya berhasil di dalam, sementara mahluk tersebut bisa di hindari.


Setelah ada di dalam segera di tutup pintu tersebut. Supaya mahluk tak berhasil mengejar mereka. Serta langsung menuju ke pintu keluar nantinya. Karena jika tidak demikian, langkah mereka menuju ke akhirnya akan Nampak sulit serta kebingungan guna bisa mencapai ke lokasi tersebut. Karena sudah pasti gangguan dan hadangan akan terus saja mereka dapatkan. Inilah gunanya menyingkirkan si mahluk supaya tak mengganggu konsentrasi mereka dalam bertindak.

__ADS_1


“Kita menyimpang sini saja.“ Itu rencana selanjutnya. Sehingga bakalan bisa memencar diantara keduanya. Sehingga musuh nanti kebingungan. Sehingga barangkali akan dikejar maka akan menjadi dua bagian.


“Kenapa gitu?“


“Supaya bisa selamat.“


“Nanti yang lain kalau sudah berada di lokasi aman, segera mencari bantuan dan ikut menyelamatkan yang lain,“ ujar Aqi menyusun rencana. Mumpung kali ini tengah berada dalam posisi aman, sehingga ada sedikit waktu buat menyusun agenda. Barangkali sedikit lagi, para mahluk itu sudah mencapai tempat tersebut sehingga membuat mereka tak bisa berpikir kembali dengan jernih. Yang ada hanya ketakutan dan usaha panjang supaya bisa lepas itu saja.


“Jadi nanti akan keluar sama-sama.“


“Oke.“

__ADS_1


Ada jalan yang sedikit berbeda. Dan mahluk itu dari belakang. Itu bisa di teruskan.


__ADS_2