
“Kosong Qi.“ Seperti sebelumnya, ternyata ruangan di balik pintu yang seakan sama tersebut juga memiliki kondisi yang tak jauh beda dengan apa yang di lalui sebelumnya. Ini Nampak suatu yang sangat luas. Dalam ruangan tersebut. Sehingga seakan tak ada habis-habisnya. Belum lagi kalau di jelajahi satu demi satu, maka semua yang nampaknya bisa di lalui dalam satu kali lewat, nyatanya seakan terus bertambah saja. Sehingga tiap membuka pintu, seakan ada saja ruangan yang sama luas nya dengan yang sudah di lewati tadi. Ini yang membuat semakin kesal rasa di dada. Ini masih dalam kondisi diam. Mereka seakan tak ada. Kalau sudah bertemu, bakalan lebih menyeramkan lagi nanti. Karena di penuhi dengan rasa takut serta keinginan pergi yang begitu besar, sehingga daya ingat semakin menurun dengan bercampur dengan rasa ngeri tadi.
“Masih terus kita,“ ujar Aqi. Tentunya mengingat-ingat kisah lama. Kisah mengerikan yang sebenarnya tak ingin di alami, namun bagaimana lagi kalau mesti terjadi. Yang jelas, kali ini tak perlu memikirkan segala kengerian yang ada, namun harus di cari solusi terbaik guna menemukan apa yang tengah di cari itu secepat mungkin dengan hasil memuaskan yang juga bisa kembali ke rumah dengan kondisi aman tak ada kekurangan suatu apa yang di derita.
__ADS_1
“Lalu dimana adik ku?“ tanya nya lagi. Sedikit kecewa dia. Tiap kali ada pintu yang dibuka dengan harapan besar, kalau ada adiknya, ternyata kosong semua yang membuat pikiran juga tambah tak karuan dengan pikirin yang semakin tak ada habisnya. Apakah adiknya itu masih dalam kondisi sehat, atau sudah taka da. Dengan bayangan pula jika dia sudah berubah menjadi mahluk mengerikan karena sekali gigitan saja virus yang ada di liur para mahluk itu bisa saja menjalar hingga memenuhi urat nadi seiring dengan peredaran darah yang memenuhi seluruh tubuh.
“Ya, kita mesti mencari satu demi satu ruangan-ruangan yang sangat banyak ini,“ jelas Aqi. Dia membayangkan kalau mesti membuka semua pintu yang belum tentu mudah. Terkadang ada yang masih terkunci atau memang bahan pembuatnya sangat berat. Sehingga hanya dengan mengatup saja sudah sangat kesulitan dalam menarik pintu dengan kayu yang berat tersebut. Lagi pula tiap engselnya ada yang sudah berkarat sehingga akan saling menggigit satu sama lain yang membuatnya juga bertambah rumit. Lebih jauh lagi kalau bagian dalam di suatu yang tak nampak di sisi sebaliknya, ada sebuah palang atau pengganjal yang sengaja di taruh supaya tak mudah di buka khususnya buat mereka yang menerobos masuk tanpa ketahuan oleh pemiliknya yang tengah santai di dalam sana tengah beristirahat itu.
__ADS_1
Lilin mengeluh. Semuanya tak semudah membalik telapak tangan. Tak semudah seperti bayangan nya. Kalau sudah ketemu kabut ini bakalan segera dapat. Tapi kenyataannya sedikit lain. Bahkan sebelumnya sampai lelah mencari. Kali ini sudah ketemu dengan kabut-kabut tak bau itu, masih harus bersabar lagi dan mesti memakai usaha. Sabar saja kelihatannya tak cukup. Jika hanya berdiam diri menunggu sesuatu yang dating dengan sendirinya. Semua mesti memakai usaha dengan daya dan upaya yang tidak mudah juga.
“Begitulah.“
__ADS_1
Aqi hanya bisa mengiyakan, untuk selanjutnya berusaha mencari di ruangan mana dia di sekap. Itu juga sudah lumayan lama meninggalkan daerah ini. Apalagi dahulu dalam kondisi ketakutan. Jadi dalam mengingat ingat tak sepenuhnya bisa. Namun sedikit banyak, karena pernah mengalami maka ada kemungkinan masih ada yang bisa dia ingat.