Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 125


__ADS_3

“Kau tadi dari situ?“ tanya Lilin.


“Tidak,“ jawab Lalan. “Aku dari sebaliknya.“ Disana memang Nampak seperti ada percabangan. Tapi sepertinya hanya kamuflase, karena lokasi ini berada dalam suatu gedung, sehingga percabangan tentu saja tak seperti saat berada di jalan raya maupun dalam hutan, dimana Nampak jelas perbedaannya. Hanya kali ini Nampak seperti sebuah lokasi yang cukup luas, dimana apa yang hendak di lalui itu agak lebar dan bisa menjadi jalan dalam mereka melepaskan diri nantinya.


“Wah bisa berabe ini. Kita tak tahu posisi nantinya.“ Kali ini Nampak kekhawatiran mereka hadapi. Jika saja belum pernah di lalui, bisa saja seperti sebelumnya. Dimana para mahluk itu langsung keluar semua, demi mendapatkan mereka di situ. Dan dengan lokasi yang belum di lalui sebelumnya. Dan kali ini justru lagi dihadapi, akibat si Lalan keliru membelok. Dan merasa belum pernah melalui jalan tersebut. Disinilah mereka seakan menghadapi suatu pertaruhan. Antara untung dan malang. Jika tak ketemu mereka, mungkin keberuntungan sedang berpihak. Akan tetapi kalau saja sampai berjumpa, bisa saja akan langsung diburu mereka dan dengan senang hati bakalan di buat sebagai tangkapan yang mengerikan. Itulah yang nantinya akan membuat mereka merasa lebih sengsara. Dan sebisa mungkin harus menjauhi kondisi demikian. Dengan pengecualian jika mereka ini pantas untuk tidak di hadapi, mengingat sangat hebat dan terlebih lagi lokasi yang ada kini berada dalam genggaman mereka. Itu berarti kemungkinan mereka lari sangat kecil, sebab kemanapun akan selalu di buru. Dengan anggapan, jika berada di suatu lokasi tetapi tidak ada, maka menuju ke ruangan lain yang diyakini keberadaannya di lokasi tersebut. Begitulah cara mereka dalam mendeteksi musuh yang kala itu sudah berada dalam daerah kekuasaannya yang sangat hafal dalam mengatasinya.

__ADS_1


“Ya tinggal mengikuti dulu,“ kata Lalan. Tentu saja seperti sebelumnya yang juga Cuma coba-coba, dimana dia melangkah tanpa arah. Dan hanya berpatokan pada jalanan yang nampaknya lengang saja, dan itu merupakan lokasi yang semestinya tak di jaga oleh para mahluk, maka itu juga yang berikutnya dia lewati. Kenyataannya dia sampai kepada lokasi dimana keberadaan dua kakaknya itu tengah menghadapi para mahluk yang menakutkan tersebut. Dan kali ini dia coba untuk mengurangi satu keberuntungan yang sama di lokasi sama pula, supaya bisa menuntun mereka ke pintu yang tepat menuju ke luar dari lingkungan daerah menyeramkan tempat sarang mereka ini. Memang kalau di pikir sangat aneh. Dimana sarang dedemit biasanya di tempat gelap dan lembab, namun mengapa gamparan itu taka da sama sekali di lokasi itu. Dan yang ada hanya gedung terbengkalai, padahal sejauh ini tak pernah sama sekali terdengar adanya tempat sepert itu. Baik oleh maps maupun oleh pemberitaan para pintar.


“Baiklah. “


Namun tak berapa lama kemudian. Apa yang ditakutkan sebelumnya kembali terjadi. Tak jauh dari mereka sudah Nampak sosok-sosok itu dengan tatapan yang ****** dalam mencari keberadaan mereka.

__ADS_1


“Idih ada lagi.“


“Wah…“


Dengan panik mereka berusaha menyembunyikan diri. Tapi bagaimana lagi, Lokasi itu tak terlampau rimbun untuk menutupi badan. Barang-barang berserakan hampir tak ada. Yang membuat mereka langsung mengetahui.

__ADS_1


__ADS_2