
“Mereka kan duduk bersila.“
“Masa.“
Tak yakin dengan hal itu. Namun kebiasaannya demikian. Mereka memenuhi ruangan itu. Sembari duduk. Dan menghadap pada satu titik. Kursi raja. Atau pimpinan mahluk tersebut. Yang kini kosong. Sama seperti dulu.
__ADS_1
“Tuh kesana menghadapnya.“
“Singgasana itu kan?“ Namanya singgasana, tapi aneh. Sepi. Hanya kursi biasa saja. Hanya satu itu. Yang terletak di suatu lantai yang juga sama dengan lain-lainnya tak seperti di suatu tempat dengan posisi meninggi. Atau dalam suatu ruang kelas saja di buat tinggi, agar semua itu bisa Nampak dari semua sudut yang ada dalam ruangan tersebut. Tapi kali ini tidak. Serta segalanya Nampak kumuh. Ini juga yang membuat mereka tak yakin. Dalam bayangannya, tentu suatu singgasana terbuat dari sebuah kursi yang punya keindahan tersendiri, sebagai suatu benda yang bisa dikagumi setelah berada dalam suatu tempat tersebut, yang nantinya bakalan di ceritakan pada semua orang supaya mereka juga tertarik, bahwa tempat yang baru dikunjungi itu mempunyai sesuatu yang sangat unik dan mahal, sehingga ingin mereka mengunjungi tempat tersebut sebagai bagian dari apa yang bisa di temukan buat sesosok yang menjadi panutan bagi mereka. Walau terkadang seumur hidup mereka tak sempat melihat apalagi sampai menyentuh sosok pemimpin itu. Namun kabar dan charisma dari sosok itu yang terus bergaung dalam masyarakat tersebut.
“Iyalah.“
__ADS_1
“Tak ada siapapun juga.“
“Namanya kosong. Kali sebentar lagi.“ Kembali di lihat memang semua itu tak Nampak apa yang terus terbayang. Dan yang ditakutkan kalau-kalau segalanya berubah. Dan di lihat juga pintu dari arah masuk tadi. Dimana tak Nampak apapun yang sebelumnya mengejar-ngejar mereka. Karena kalau mereka memburu ke situ, bisa-bisa bakalan kena, akibat tanpa halangan lain. Dan menjangkau pintu juga sangat jauh. Sehingga bisa saja langkah cepat mereka yang kemudian berhasil menyusul mereka serta membuat mereka berada dalam tawanan kembali. Ini yang patut di waspadai. Atau memang seharusnya melewatkan ruang tersebut. Namun memang sudah menjadi pemikiran tadi, kalau lokasi menuju pintu memang lumayan jauh, dan mesti melewati beberapa tempat yang kini tengah mereka pijak itu. Dan berikutnya memang Nampak jelas sebuah pintu yang berseberangan dengan arah kedatangan mereka tadi. Ini yang menjadi tujuan mereka. Sebab sepert pengalaman yang sudah-sudah, kalau mereka harus melewatinya untuk selanjutnya berhasil menjangkau pintu keluar yang sangat panjang dalam melintasinya dan menemukan pintu keluar tersebut. Belum lagi perasaan was-was yang dirasakan mengingat semua mahluk yang kini tak kelihatan itu, bisa saja langsung muncul dari balik pintu yang hendak mereka lewati tersebut. Ini yang sangat berbahaya, serta mengingat sebelumnya kalau mereka tak segan-segan main cakar, serta menculik, untuk membawa kembali ke lokasi tersebut dalam kondisi sampai tak sadar seakan tengah hilang ingatan yang lumayan lama untung mengingat kembali bagaimana sampai ke lokasi tersebut.
“Atau hati-hati kalau tiba-tiba dia disini “
__ADS_1
“Ih.“
Tentunya mengerikan. Kembali ke ingat dengan sesuatu yang belum pasti tapi seringkali di dengar oleh orang-orang sekitarnya tentang sosok yang tiba-tiba muncul kala mereka melewati suatu ruangan luas dan kosong nyatanya penuh dengan para mahluk yang tengah melakukan pertemuan besar. Itu yang membuat mereka waspada serta memandang ke seluruh lokasi tersebut, sejauh yang bisa di lihat.