
Akhirnya ketemu. Sebuah kegembiraan tentunya menemukan sesuatu yang selama ini di cari-cari. Membuat apa yang diinginkan tersebut menjadi sebuah pendapatan yang di rasa tak terhingga. Itulah yang di rasa saat ini. Walau sebelumnya sesuatu itu bukan hal yang demikian penting. Karena dalam kesehariannya anak itu demikian saja. Bahkan cenderung menjadi hal yang mengkhawatirkan. Tap setelah lama tak ketemu, membuat sesuatu yang semula tak berharga menjadi lebih bermakna. Dalam berbagai hal tentunya. Walau tak menyeluruh, setidaknya bagian terpenting dalam suatu bagian membuatnya bagus.
“Mengapa kau disini?“
“Bagaimana keadaanmu?“
“Digigit tidak?“
__ADS_1
“Mana lihat.“
Lilin terus saja nyerocos. Maklum sejauh ini sangat khawatir. Bagaimana tidak. Walaupun itu bukan yang terbaik, setidaknya apa yang sebelumnya dari awal yang sama membuat merasa saling menghargai juga. Membutuhkan juga serta apa yang sudah ada dan menjadi bagian dalam keluarga besar mereka dengan ayah bunda yang saling menjaga, tentu semakin utuh kala yang hilang berhasil di temukan.
“Mm…“ ujar Lalan sembari manyunkan bibir. Maklum tangan di ikat. Dan mulut di plester. Mana bisa berbuat banyak kalau begini. Baru setelah semua yang menyekat bisa di kuak, maka akan terbebas, serta melakukan suatu hal yang memang sangat-sangat di butuhkan dalam komunikasi diantara mereka yang membutuhkannya. Jika seperti ini terus kondisinya, maka melakukan hal terbaik pun tak akan dapat. Selalu ada hal yang merintangi mereka. Serta itu membuat kecewa diantara salah satu atau malah keduanya. Akibat dari komunikasi yang tersumbat.
Hah…
__ADS_1
Lalan langsung mengambil nafas banyak-banyak. Lega sekali rasanya. Seakan sebuah belenggu erat yang membuatnya tak bisa berbuat apa-apa. Atau ibarat sebuah ruang yang tertutup rapat, yang langsung merasa lega kala sesuatu sumbat yang mengungkung itu berhasil di kuak. beginilah rasanya kala hal demikian berhasil di lepaskan. Selain lega juga menjadikan pernafasan langsung lancar seketika itu juga.
“Bagaimana?“ ujar Aqi.
Lilin hanya menunjuk Lalan. Pemuda itu. Namun dengan rasa yang lega sekali. Perjuangan serta perjalanan melelahkan itu akhirnya berakhir dnegan membanggakan. Khususnya pertemuan kali ini yang sudah sangat lama diinginkan walau baru terwujud serta melegakan sekali. Seakan tak di duga. Walau sangat di inginkan tentunya. Karena berbagai rintangan, hambatan serta kesulitan yang menghadang telah pula di rasakan serta mampu di lewati hingga ujungnya.
“Syukurlah kita ketemu,“ ujarnya lagi. Diapun ikut lega. Perjuangan selama ini tak sia-sia. Dan langsung terasa kala itu juga. Kini tinggal membawanya keluar. Sudah itu tentu hasilnya bakalan nyaman. Untuk selebihnya melanjutkan kesehariannya di rumah dengan melanjutkan mencari kebutuhan yang lama seperti telah terbiasa di lakukan. Yang tentunya sudah berjalan beberapa hari ini tanpa ada hal yang bisa di kerjakan. Dan kali ini bakalan di mulai lagi. Serta berusaha menutup segala sesuatu yang yang bolong di waktu yang terlewatkan itu.
__ADS_1
“Nih buka.“