
“Apa adik ku ada di pintu itu?” tanya Lilin sembari menunjuk ke pintu yang ada di seberang.
“Ya enggak tahu juga,“ ujar Aqi. Mesti ke sana untuk membuktikan semua itu.
“Wah.“ Lilin kecewa. Jangan-jangan tak ada lagi, sehingga untuk mencari mesti membuka banyak pintu. Atau kalaupun akan lebih parah lagi, mesti mencari hingga seluruh ruangan terkuak semua. Sedangkan itupun belum pasti, bisa jadi memang tidak di situ.
Tapi adanya mahluk tadi memberi sedikit harapan, bila adik mereka memang berada di ruangan misterius ini. Hanya saja di mana lokasi pastinya mesti di cari dengan sabar. Sehingga akan bisa menemukan dengan pati juga.
__ADS_1
“Yah kan sedari tadi hanya pintu dan pintu terus yang kita temui,“ jelas Aqi seakan tak pernah menemukan apa-apa selain hal demikian. Sudah pintunya banyak dan hampir sejenis, juga ruangannya demikian membingungkan, yang juga demikian mirip antara satu dengan yang lain. Akibat mereka memang tak banyak menemukan perbedaan. Juga karena belum pernah sekalipun ke situ. Dalam kondisi si Aqi yang pernah ke situ tapi tak memperhatikan secara detail apa yang dulu pernah dia saksikan. Serta membuat apa yang terlintas itu langsung saja lenyap dari pemikiran. Yang masih ada hanya rasa ngeri dan bingung dengan kondisi yang penuh pintu dan mahluk mengerikan selalu memburu mereka. Itu saja kenangan lama yang tak bisa lepas. Yang lain tentu tak dia perhatikan keberadaannya.
“Bagaimana kalau jendela?“
“Kok.“
“Kan, jika tak ada pintu, bisa lewat jendela,“ ujar Lilin. Disini jendela bisa menjadi sarana lebih kala di butuhkan. Walau kebanyakan rumah membuat itu hanya sebagai alat bantu buat cahaya maupun udara. Utamanya memang udara. Karena setelah di buka, maka akan terjadi pergantian yang langsung segera bisa terjadi, beda dengan hanya di pintu yang hanya dari suatu lokasi saja. Itu juga tembus ke ruang lain. Beda dengan jendela yang mengarah kea lam lepas. Itu Akan langsung merubah udara yang pengap di dalam menjadi segar dari luar yang memang masih banyak terjadi udara bersih yang memang banyak ditemukan. Akibat banyak tumbuhan maupun karena lokasi yang lebih lega dibandingkan dengan dalam ruangan yang sempit serta hanya itu itu saja yang berputar serta membuat udara di dalam semakin terasa panas saja. Pastinya jika dibanding dengan udara bebas di luar.
__ADS_1
“Ya kali ada.“
“Ya ada itu, di sisi ruangan. Tapi tak banyak berguna,“ jelas Aqi sembari menunjuk sudut-sudut ruangan di situ.
“Tetap berguna, jika ingin angin segar,“ ujar Lilin yakin, jika jendela begitu banyak fungsi nya walau di alam misterius sekalipun. Karena dengan jendela, selain mempercantik suasana, juga bisa menambah lubang sirkulasi udara yang akan cepat berganti, tentu jika dibandingkan dengan lokasi yang pengap.
“Ya sana nyari.“
__ADS_1
“Orang yang dicari adikku, si Lalan,“ kata Lilin lagi serta terus mengingat tujuan utama mereka hanya mencari adiknya. Tak perlu pintu maupun jendela yang ada dalam ruang tersebut. Yang dibutuhkan hanya manusia tersebut. Jika ada itu, hanya sebagai sarana menembus ke ruang lain supaya tujuan utama tercapai.
“Makanya, ayo kita terus menelusuri pintu. Tak usah membuka-buka jendela rumah ini.“