Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 94


__ADS_3

Mahluk itu terus saja berusaha menangkap Lalan. Makanya langsung di pegang lagi. Walau telah lepas. Dan itu berhasil dia raih.


“Ayo tarik.“


Terpaksa terjadi tarik menarik. Antara Aqi dengan dua temannya. Dan mahluk di sisi yang lain. Terjadilah dua kekuatan yang menjadi kontra reposisi. Sehingga membuat tarik menarik yang sulit dibayangkan siapa pemenangnya.

__ADS_1


Sampai akhirnya.


“Nah dapat.“ Lalan berhasil di rebut. Walau sementara. Tarikan tersebut condong kea rah dua orang itu. Yang rasanya licin, akibat peluh lalan berjatuhan, serta sebagian besar membasahi tangan tersebut. Membuat licin. Tapi andai tak bisa di pegang, maka berusaha lagi, untuk mencengkeram lebih kuat. Beda dengan si mahluk yang tak bisa berbuat demikian, karena sendiri, maka saat hendak lepas, tangannya sudah kehabisan daya cengkeram. Bahkan untuk menangkap lebih panjang kesulitan, akhirnya lama kelamaan mengendur. Apalagi tangan si Lalan juga terus saja ikut memberontak. Itulah yang terjadi. Bisa lolos.


“Aduh patah tanganku,“ Rintih Lalan. Kali ini tak tertahankan. Bagaikan di lepas semua bagian sendi tersebut. Antara mahluk yang sangat kuat dengan dua orang yang tak seberapa kuat, akan tetapi menggabungkan kekuatan dahsyatnya, mengakibatkan terjadi sebuah kengerian di tengah. Dan itu lengan Lalan. Serta rasa sakit akhirnya tertumpu di sana.

__ADS_1


“Kalian dengan sengaja menarik ku. Tulang rasanya sakit semua,“ rintih Lalan. Nanti setelah dari situ, yang di cari pertama tentunya tulang urut, supaya bisa massage, dan mengembalikan sakit yang di derita menuju kepada kesembuhan total. Kalau tidak, bisa menahun rasa itu, bahkan bisa merembet ke lain tempat. Dimana segalanya bakal terus dirasakan deritanya.


“Di tahan dong. Ini supaya kau tak di bawa mereka lagi,“ ujar Lilin. Dia sangat khawatir. Makanya walau hanya wanita, namun kali ini mati-matian ikut mengeluarkan tenaga supernya supaya berhasil membantu Aqi bisa mendapat apa yang diidam-idamkan itu. Untuk selanjutnya menggeret secara paksa adik mereka yang tak boleh jatuh lagi ke dalam genggaman musuh yang sangat dibencinya ini. Sebab kalau tak berhasil, maka dibutuhkan tenaga yang lebih besar lagi serta pemikiran yang sangat berat untuk menemukannya hingga membebaskan kembali yang tentunya bakalan semakin berat saja dengan kemungkinan bahwa pertahanan musuh ini akan semakin di perkuat dan penjagaan yang sangat rapat, sehingga bakalan jadi tambah sulit.


“Pusing aku mencarinya.“ Lilin mengeluh, kalau suruh mencari ulang. Yang ini saja sulitnya setengah mati. Saat mencari, belum dapat sudah penuh petualangan. Setelah ketemu, untuk bebas juga tak semudah membalik telapak tangan. Mesti mencari berbagai cara supaya bisa keluar dari selaput tipis batas antara dua alam yang berbeda itu. Dan kembali ke rumah, ke kampung halaman, tempat ayah dan bunda, dan handai taulan semua. Itu semua sangat sulit.

__ADS_1


“Yang lebih pusing kan aku. Mana tambah sengsara,“ gerutu Lalan yang walau tak sadar dan tak merasa apa-apa, tapi di saat sadar, maka dialah yang paling merasakan hal demikian. Karena dia berada dalam cengkeraman mahluk tadi. Pastinya untuk lepas akan kesulitan. Dan untuk tak kembali ke orang itu juga akan sulit. Sebab bakalan selalu di incar. Sampai ke ujung bumi sekalipun. Sebab di kamar saja bisa di tangkap, apalagi di luar kamar, ini tentunya akan jadi bencana yang semakin mengerikan nantinya.


__ADS_2