Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 75


__ADS_3

“Dimana kita sekarang?” tanya Lilin. Setelah melalui pintu tersebut memang sedikit kesulitan untuk berpikir. Mau melanjutkan atau kembali.


Kalau kembali, maka akan menemukan pintu rahasia tersebut. Tetapi mesti berhadapan dengan para makhluk yang sangat ganas itu. Dan jika meneruskan, maka tak tahu mesti keluar lewat mana, serta berada di mana posisi pintu tersebut berada.


Karena mesti menyusuri seluruh lorong. Dengan resiko akan bertemu mereka lebih banyak lagi. Karena jelas bakalan menembus ke ruang dimana mereka bersemayam. Ini mengerikan.


”Entahlah. Tapi kalau kita menurut terus bakalan sampai ini,” ujar Aqi sembari mengingat-ingat apa yang sudah pernah mereka lalui dalam ruangan yang penuh pintu tersebut. Juga terasa lama sekali hanya berdasarkan ingatan, maka tak bakalan mungkin sanggup mengingat itu semua.


Berbeda jika hal itu nyata, maka hanya dengan melihat photo, atau melihat dalam internet, maka akan langsung Nampak gambar. Dan itu bisa kembali mengingatkan memorinya akan kenangan tersebut.


Beda dengan alam ini yang lain dengan kebiasaan. Serta tak bisa mengecek ulang apa yang sudah terjadi untuk bisa mengenang ulang seluruh kejadian itu. Bahkan sekarang dalam internet juga ada berbagai versi.

__ADS_1


Sehingga kalau tidak lewat video, maka bisa saja melalui togel earth dan juga bisa lewat fotonya. Yang bisa di telusur perlahan-lahan. Lah kalau tak ada yang bisa masuk, bagaimana bisa mengabadikannya. Yang ada hanya kenangan di otak saja. Paling kalau mau melukis, maka akan jadi. Tapi jika tidak, maka lukisan tersebut hanya berada dalam angan.


”Ya sudah ayo jalan!” ujar Lilin melihat keduanya kini hanya terdiam saja sembari menatap ke depan sana di mana hanya ada satu pintu lagi menuju ke ruangan lain. Yang seakan pintu tersebut berkali-kali mereka lalui. menuju dan ke ruang penyekapan dimana Lalan ditemukan sebelum ini.


Dan kini setidaknya sudah ke tiga kalinya mereka bakalan membuka pintu aneh itu. Dengan bayangan mengerikan sudah Nampak. Kalau mereka telah berada dalam ruangan tersebut.


”Sebentar dong. Kalian yang depan kan,” kata Lalan.


Yang ada hanya keinginan untuk hidup santai di ruah. Sembari berjualan kelontong dan barang-barang sehari-hari yang kira-kira laku sama tetangga kanan kiri. Selebihnya tak ada niatan untuk mengunjungi lokasi yang sangat mengerikan begitu. Apalagi sampai tinggal. Rasanya enggan sekali.


”Pengalaman mata lu soek!” Geram sekali si Lalan yang pada mengandalkan dirinya seakan tengah menjadi orang pengalaman saja. Padahal segala itu tak dia pahami sama sekali.

__ADS_1


Serta hanya menjadi sebuah perjalanan menyeramkan yang dia rasakan kini. Selain jadi hal mengerikan, juga sebuah pengalaman mistis yang tak mungkin ingin dia ulangi lagi kalau sudah berhasil meninggalkan lokasi tersebut.


”Ya kan lu lebih dulu di mari,” ujar Lilin. Tak paham juga dia akan pemikiran adiknya yang apa-apa tidak tahu. Dari dia juga segalanya terjadi. Serta dia pula yang mengakibatkan semua itu seperti sekarang ini.


”Terikat. Pingsan…” Tak perlu melanjutkan. Lalan hanya demikian saja. Seingat dia Cuma itu yang jadi kenangannya. Sebab tidak paham kalau menuju ke arah itu melalui jalan mana.


Yang dia paham hanya telah berada di sana dalam lepasan kedua kakaknya. Selebihnya gelap. Serta tak mengerti kalau telah menerobos ke negeri berkabut yang sangat misterius ini.


”Huh.”


Hanya mengeluh.

__ADS_1


__ADS_2