
“Ya kesini Lin.“
Aqi menunjukkan jalan. Dia rasa lokasi itu paling aman. Dan bisa menghindari dari sergapan musuhnya. Sehingga untuk selanjutnya akan melakukan maneuver mendadak, sehingga untuk langkah berikutnya menuju ke pintu yang mengerikan bisa dilalui dengan lancar sembari menggiring arah para mahluk tersebut supaya menyusuri posisi mereka yang sedikit membelok itu.
“Aduh bagaimana ini?“
Kembali Lilin mengeluh, semakin banyak saja yang mengejar, serta nampak semakin galak saja semua mahluk menyeramkan tersebut dengan harapan yang masih sama, yakni berusaha menangkap mereka dan kembali menghukumnya.
Sehingga tak mudah untuk mengecohnya apalagi sampai membiarkan mereka lepas dari sergapan yang dirasa sudah tinggal sedikit lagi dalam menjangkaunya, maka semudah itu pemikiran mereka dalam mencapai apa yang diinginkan tadi dalam mendapatkan para pelarian yang sudah kelelahan tersebut.
__ADS_1
“Waa…“
Lilin terus berusaha mengelak. Dia miringkan badannya. Sehingga bisa melakukan gerakan antiknya dan terus menghidar dari sergapan si mahluk. Mahluk itu dengan kecewa, terus saja berusaha menangkap buruannya. Kalau tidak si wanita, maka si Aqi yang harus menjadi tawanan. Dan asalkan tidak pantang menyerah, maka lambat laun pasti tertangkap. Toh itu lokasi mereka.
Dimana semua posisi serta situasinya sudah mereka hafal dan kuasai. Tentu tinggal selangkah lagi akan bisa memperdaya mereka yang dirasa sudah sangat kelelahan dalam melarikan diri yang sudah dilakukan beberapa waktu yang sangat lama itu.
“Hampir kena….“
“Et, aku tepis…“
__ADS_1
Aqi berusaha melawan kekuatan hebat si musuh. Begitu tangan tersebut sudah hendak menjangkau tubuh istrinya, dia menangkisnya, supaya bisa melenceng, kalaupun masih tetap kuat, akan tetapi arah rampasannya tadi tak terarah. Itulah yang diharapkan, sehingga nantinya tak akan lagi menyentuh kulit istrinya yang lagi luka, dan bakalan bertambah parah saja nanti keadaannya.
“Cepat kau menuju ke sini.“
Si Aqi menyuruh istrinya itu ke arah yang sedikit lega. Dan membiarkannya untuk tidak dekat-dekat dengan mahluk yang sedikit lagi bakalan mengenainya itu. Dengan daerah yang luas itu, maka arah gerakan juga bisa semakin luas dan tak mudah di jangkau oleh tangan-tangan mahluk yang panjang dengan cakar yang juga ikut menjadi panjang saja dalam menggunakannya untuk menangkap buruan tersebut. Tentu hal ini yang sangat dikhawatirkan mereka dalam menghadapinya.
“Iya ih.“ Lilin menuju ke arah tersebut. Tentu saja masih dengan langkah yang tertatih-tatih tai dengan sedikit seretan si Aqi, membuat langkahnya bisa agak cepat.
“Eh tunggu.“
__ADS_1
Bagaimanapun dia tetap tak bisa melangkah dengan cepat. Begitu merasa si istri sedikit terbebas tadi, lalu dia menuju ke sisi depannya, dimana untuk selanjutnya bisa leluasa bergerak. Dan menjangkau pintu berikutnya kalau sempat. Sebab arah itu yang diincar.
Sehingga untuk menuju ke luar sudah lumayan gampang, dan berikutnya mampu melintasinya dengan sedikit mudah, akibat tak banyak apa yang melintas tadi, serta akan membukanya tanpa halangan andai dilakukan dengan hati-hati namun cepat. Dalam artian tidak sampai tertangkap musuh, tapi juga dalam melakukannya tidak terlampau lamban, karena yang pasti, mereka semua bakalan menuju arah tersebut untuk mencegatnya, dan membiarkan yang diburu tetap dalam pengaruh mereka.