Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 92


__ADS_3

“Kembali dulu ke ujung lain,“ ujarnya setelah lepas.


Barulah nanti akan menuju ke lokasi yang tak ada mereka. Sebab sulit untuk melawan. Dalam kepungan mahluk itu. Sebab kalau tidak melakukan strategi demikian, bisa-bisa kemudian akan langsung tertangkap. Jadi model begini seperti menghindari jerat musuh.


Sehingga mesti memutar dulu, saat mereka sedikit lemah, bakalan kembali lagi ke titik awal menuju bagian tersebut. Dengan demikian, maka sampai ke lokasi walau mesti menunggu waktu yang cukup panjang, juga sedikit melelahkan, tapi akhirnya sampai juga. Dibanding kalau langsung menuju ke pintu utama yang pasti akan langsung di tangkap.


Dengan begitu berakhir juga segala perjuangannya. Dan barangkali akan berakhir segala riwayatnya juga. Walau terkadang setelah di tangkap juga masih ada waktu untuk melepaskan diri berikut dengan pelarian ulangan yang tentunya akan lebih berat dari sebelumnya, karena bagi para penjaga akan dianggap sesuatu pembangkangan. Yang bisa saja langsung eksekusi di tempat. Atau langsung menangkap berikutnya membanting hingga kejet-kejet, baru di seret. Itulah resiko dari sebuah pelarian yang kandas.

__ADS_1


Namun jika berhasil, ini dianggap sebuah pengalaman yang seru dan memukau. Bahkan sangat menginspirasi buat yang lainnya, bahwa lokasi demikian yang lebih seram dari Alcatraz sanggup di lewati dengan sukses.


“Waduh bagaimana ini?“


“Hah“


“Dicoba dulu.“ Ya tak ada salahnya mencoba. Itu kalau tengah berusaha. Dan bukan sebah posisi seperti sekarang. Dimana tenaga layaknya tengah habis saja. Tak bersisa. Dan belum ada tambahan sama sekali sejak saat itu. Tentu di awal dengan harapan kalau semua sudah tuntas akan makan sebanyak-banyaknya. Seperti kehidupan ini tak kerja maka tidak makan. Tetapi untuk sekarang dengan pikiran tidak makan buah yang enak jika belum sukses di tujuannya dan terbebas dari kejaran para mahluk abadi itu.

__ADS_1


“Daripada langsung kena.“ Kena, maka akan kembali mendekam di ruang sempit tadi. Dengan penjagaan yang sangat ketat tentunya. Ini tak baik. Akan lebih indah jika terbebas selamanya. Nanti bisa pulang. Lalu glundang glundung di kamar sembari matanya memerah akibat melihat layar HP yang sangat cemerlang. Atau membantu jualan donat dengan harga murah dan meriah sembari di taburi gula halus saja. Itu sudah bisa membantu perekonomian negara agar lancar menjangkau tepat di garis perkapita yang semakin lama semakin meninggi.


“Kan gawat.“


“Ini daerah mereka. Sangat hafal kondisi. Bisa-bisa kita tak selamat nanti.“ Jangankan di sini. Orang di rumah saja ketahuan. Dan menyeret kemari. Sehingga capek-capek mereka menuju ke lokasi tersebut hanya supaya bisa ketemu dan kumpul kembali. Inilah beratnya pencarian. Dimana tak bisa langsung ketemu. Tak jelas. Serta diselubungi kabut misteri. Mungkin kalaupun sudah pernah melewati portal itu, bisa jadi kemudian tak ketemu lagi di lokasi yang sama.


“Ya lah. “

__ADS_1


Terpaksa melakukan daripada tidak sama sekali. Ini demi menghindari mereka yang memang sangat ganas serta cekatan kala menghadapi para manusia yang tidak cekatan begitu.


__ADS_2