
“Ini baru sip.”
Mereka senang. Seakan lepas. Dimana sudah tak Nampak ada yang mengejar. Serta bisa melanjutkan ke pintu keluar.
Di cari-cari jalan itu.
“Mana?“
“Apa?“
“Pintu.“
“Banyak.“
Memang benda itu lebih dari satu. Bahkan sebelumnya juga ada. Entah untuk selanjutnya. Pasti juga demikian. Tak akan membiarkan sebuah lokasi langsung menuju ke lokasi keluar. Seperti apa yang telah di lewati tadi dengan berbagai liku dan perjuangan untuk menguak tiap satunya.
__ADS_1
Dan itu membawa mereka ke lokasi ini. Yang dirasa lebih membingungkan. Serta sangat mengerikan. Bagaimana jika mereka tiba-tiba kumpul. Menuju ke ruang lebar itu. Dimana sudah pasti akan menampung banyak sosok yang sangat mengerikan. Ini yang mesti di waspadai.
Jangan sampai waktu berkumpul itu, pada sebo, menghadap, dimana posisi semua tentu saja saling melengkapi. Agar bisa memutuskan sebuah keputusan yang penting. Tentang kondisi mereka serta masa depan dari lingkungan pekat tersebut.
“Tuh sana ada.“
Ada pintu seperti yang di tunjuk.
“Sana juga ada.“
Juga ada di sisi lain yang jelas posisinya.
“Kok?“
“Terus kita memilih yang mana ini?“
__ADS_1
Jelas kebingungan. Kembali terlihat dalam tatapan jauh itu. Semua Nampak sama. Baru setelah mendekat, paling akan paham. Kalau pintu tersebut berbeda. Antara menuju ke suatu lokasi lain, menuju ke ruang berbeda.
Hanya itu. Dalam bentukannya memang tak jauh berbeda. Bahkan andai itu sebuah cetakan, maka akan sama saja. Memang tak mesti harus menggunakan mesin untuk mencetak. Pada unsur manual juga bisa. Karena yang membuat sama, maka akan serupa juga apa yang dibuat. Dan itu mampu membuat beberapa bentukan yang dihasilkan menjadi sama. Ini karena sebuah kebiasaan sehingga membentuk sebuah benda yang kurang lebih sama akan menjadi terbiasa serta membuatnya sama persis dengan perbedaan yang sangat tipis.
Apalagi bentukan dari gawang pintu tadi benar-benar serupa. Jadi kemungkinan membuat identik akan bisa. Dan itu tampak seperti apa yang kini membuat mereka bingung. Untuk menentukan darimana mereka dating, serta menuju ke mana mereka sampai ke ujungnya. Walau sudah ketahuan karena arah mereka tadi, akan tetapi dalam kondisi panik keberadaan itu jadi semakin mengkhawatirkan. Tak bisa mengingat dengan tepat.
Hanya saja karena jumlah yang banyak, membuat masih ada yang mampu menentukannya. Cuma mesti berpikir sedikit. Dan andai saja jalan itu tepat, maka ujungnya sudah kelihatan. Tapi kalau keliru, maka akan menuju ke lokasi berbeda yang sesuai dengan kondisi ruang ini yang sama-sama membingungkan. Hanya berbeda lokasi.
“Ya yang keluar dong.“
“Kan bingung.“
Tak bisa langsung menentukan. Karena berbagai alasan itu tadi. Dimana dirasa sangat membingungkan. Belum lagi jika muncul bayangan, maka akan semakin panik, dan membuat pikiran bertambah kacau, akan sulit menentukan satu pilihan. Jalan mana yang mesti dituju, serta harus pasti menemukannya dan menghilang di balik daunnya itu, agar bisa lepas bebas tanpa ikatan lagi dengan ruangan pengap yang penuh dengan kabut misteri tersebut.
“Iya yah.“
__ADS_1
“Makanya.“
Mereka semua terus terdiam. Mencari titik terpasti tentang tujuan dan masa ke depannya buat arah tujuan agar tujuan yang pasti supaya lepas dan diinginkan ketiganya itu bisa segera terwujud kemudian melanjutkan langkah pulang sampai kampong halaman dimana anak mereka tentunya sudah lama menunggu untuk segera bertemu dengan mereka yang sangat menyayanginya.