Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 115


__ADS_3

“Ya tolong…“


Setelah pintu terakhir ini. Lalan terperanjat.


“Dia di depan.“


Sosok itu garang. Langsung mengarah padanya. Apalagi kini dengan senjata. Sungguh mengerikan.


“Waduh…“


Tiba-tiba mahluk itu menyeruak. Mengejar mereka. Namun kali ini justru terarah pada si wanita. Barangkali karena luka jadi dia yang di buru. Ini yang sangat membahayakan. Dimana sudah tak banyak kekuatan tapi mesti menghadapi yang demikian.


“Kau kesana saja dulu!“ ujar Aqi memahami. Saat ini Lilin yang menjadi incaran mereka.


“Ya biar kita hadang!“ kata Lalan.


Lilin menurut. Dengan tertatih-tatih dia menuju ke pintu. Tentu saja yang berseberangan dengan si mahluk. Memang dengan demikian, kiranya ada usaha yang kemungkinan bisa mendapatkan hasil, dimana kondisi yang kurang baik tersebut terasa sangat tidak menguntungkan buatnya. Ini yang nampak parah, serta kebingungan dalam bertindak. Namun bagaimana lagi, kali ini langkahnya mesti dipaksakan. Sebab kalau tidak maka akan ditangkap. Dan ini jelas-jelas lebih mengerikan daripada apa yang sebelumnya di alami adiknya itu. Selain karena dia tengah luka, bisa saja bertambah parah, akibat dia merasa paling lemah diantara semuanya. Dan akan kesulitan kalau mesti membebaskan diri lagi. Sedangkan dalam kondisi sehat saja sulitnya minta ampun. Makanya sebisa mungkin dia akan menuju pintu tersebut, dan mengunci dari dalam.

__ADS_1


“Emang berani?“


“Kita coba.“


Di cegatnya mahluk tersebut. Namun dengan gaya liar, si mahluk mengibaskan tangannya. Kedua pencegat itu terpelanting.


“Ah!“


Keduanya tak kuasa menahan tenaga hebat si mahluk. Sebenarnya semenjak awal semua itu sudah di ketahui, tetapi karena posisi kritis bagi si terluka itu, membuat mereka ingin supaya dia lari duluan dan menjangkau daerah aman, sehingga mereka nanti bakalan bisa keluar bersama dan langsung menikmati udara kebebasan secara bersama pula. Kalau tidak demikian, maka akan semakin repot nanti dalam membebaskan si Lilin yang sudah barang tentu kekuatannya semakin menurun. Belum lagi sisi keberuntungannya yang belum tentu lebih bagus dibanding mereka yang merupakan para lelaki perkasa ini.


“Waduh.“


“Gawat.“


“Ini pakai tambang.“


“Iya biar dia tertahan.“

__ADS_1


Aqi mengikat tambang aneh itu. Lalu berusaha memutar-mutar dengan kuat. Dan melemparkan ke leher si mahluk.


“Nah kena haha…“


Aqi senang. Lemparannya berhasil. Tambang itu tepat melilit di leher sang mahluk.


“Eh, kok di tarik. “


Mahluk itu terus berlari. Dia masih berusaha mendapatkan buruannya. Yang tinggal beberapa jengkal lagi. Hal ini membuat dua orang yang berusaha menahannya ikut terseret. Kekuatan si mahluk sungguh luar biasa. Dua orang saja rasanya tak kuasa buat menahan yang tengah berlari terus itu.


“Dia sangat kuat.“ Bagaimana tidak kuat, kalau bentuknya saja sudah demikian, sehingga sangat mengerikan kalau mesti menghadapi kekuatan yang demikian saja dari orang-orang yang tak seberapa perkasa itu. Juga karena sosok ini termasuk mahluk astral yang sangat mengerikan dalam usaha dan karyanya yang tak bisa di bandingkan dengan manusia lumrah. Sehingga apa yang menjadi lawannya haruslah yang seimbang, semisal manusia harimau, atau manusia bajul bunting, itu baru setara. Kalau demikian, tentu saja akan kerepotan. Semua itu tak bisa menahan dengan kekuatan normal saja.


“Waduh. “


“Hampir putus ini.“


Tambang itu sudah tua. Jadi pada salah satu bagiannya tinggal sedikit yang terhubung. Dimana sebagian besar sudah terputus.

__ADS_1


__ADS_2