Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 110


__ADS_3

“Yuk.“


“Hah…“


“Iya.“


“Kemana?“


“Ya bergerak lagi.“


“Waduh…“


Lilin kembali mengeluh. Ini sudah menjelang berhasil. Luka itu semakin lama sudah mulai dilupakan. Walau masih sakit, setidaknya untuk waktu yang panjang ini bisa di tahan, serta mulai berkurang.


Walau tentu saja untuk sampai tidur dengan lelap, walau di lokasi paling nyaman sekalipun, tak bakalan berhasil. Kecuali jika menggunakan obat-obatan mahal yang sulit menemukannya dan bahan yang diperoleh sangat mahal juga, maka baru akan bisa memejamkan mata barang sekejap.

__ADS_1


Lalu sampai efek dari obat itu lenyap, juga masih bakalan ikut lagi merasakan penderitaan yang sama. Inilah akhirnya yang menjadi tidak baik untuk penggunaan obat mahal tadi. Makanya akan lebih nyaman jika bisa istirahat tapi dengan cara alami dan tak dibantu oleh benda-benda aneh itu.


Niscaya kala bangun juga lega, dan saat beraktifitas juga sampai tuntas. Tapi untuk kali ini sedikit beda tentunya, karena ada cedera serius. Yang memaksa untuk terus merasakan, walau sebenarnya tak ingin. Sehingga mau tidak mau mesti menggunakan cara tersebut yang menggunakan berbagai bahan yang tepat.


“Kenapa?“


“Apa tak bisa sekejap saja.“


Kembali Lilin mengeluh. Berharap. Dan sebisa mungkin berada dalam kondisi demikian. Sebab ini yang dirasa paling aman. Ada lokasi yang nyaman. Serta gangguan dari mahluk tak Nampak itu sudah mulai mengendur. Mungkin akan lain keadaannya jika berada di tempat lain.


Tentu saja dengan memperhatikan kondisinya, serta rasa baiknya berada dalam kondisi yang nyaman tersebut. Walau tentu saja ini hanya untuk sementara saja. Belum tentu di waktu selebihnya bakalan memperoleh posisi yang nyaman begini.


“Disini, gitu?“


“Hooh… Setidaknya sampai luka ini sembuh.”

__ADS_1


Bayangkan, itu hanya luka luar, apalagi kalau sampai luka di dalam, ih begitu membutuhkan waktu yang sangat panjang guna menyembuhkannya. Mungkin luka ini tak terlampau lama. Paling hanya seminggu, nanti tinggal di kasih es, lalu di terapi sama ahlinya yang cukup mengurut saja sama pijat kretek-kretek yang sangat bermanfaat.


Selebihnya akan melanjutkan dengan pemulihan, dan tak lama kemudian bakalan sembuh. Beda dengan luka batin yang parah yang mungkin akan membutuhkan waktu yang sangat panjang atau bahkan waktu itu taka da gunanya, selain hanya Satu penyesalan yang terus muncul. Serta akan terbawa hingga jauh ke masa yang paling dalam. Sebab luka batin memang teramat parah.


Sudah itu tak Nampak. Jika kelihatan maka bisa langsung di tangani dengan baik dan benar. Menggunakan pengobatan yang serius. Serta mencari obat yang sesuai dengan kegunaannya. Dimana semua bakalan bisa di tangani kalau langsung mendapat yang diinginkan itu.


Bagaimana dengan luka yang tak nampak, membutuhkan cara yang tepat juga guna penyembuhannya yang tidak ada yang tahu, selain diri sendiri. Barulah orang lain hanya memberi solusi tentang apa dan bagaimana, seperti yang juga pernah dialami oleh si ahli terapi itu, maka akan sangat banyak membantu.


“Ya lah.“


“Pelan kita bergerak.“


“Mesti menemukan pintu keluar.“


“Kalau sudah di luar, pasti ada cara untuk bertahan nantinya.“

__ADS_1


Mereka memastikan untuk segera bergerak. Menuntaskan segala pemikiran. Bahwa di luar lebih aman. Tinggal menuju pulang.


__ADS_2