
“Aduh tapi capek aku,“ rintih Lilin.
Dia sudah merasa tak kuat lagi. Dan inginnya berdiam lagi. Sebab merasa sudah bebas dari musuh yang selalu memburu mereka. Kini telah berasa di luar. Maka sudah layak untuk sedikit tenang. Walau bukan itu yang diinginkan kedua rekannya.
Sebab bisa saja mereka juga menyusul keluar, untuk terus memburunya dan menyeret mereka kembali masuk dan akan menambah kesulitan untuk menyelamatkan diri kembali. Sebab itu yang sudah berkali-kali dilakukan oleh mereka dengan berbagai pertimbangan serta pemikiran yang tak jauh beda itu.
“Aduh tak kuat aku,“ ujar Lilin.
Dia merasa sangat lelah. Maklum rasa sakit juga semakin berat dia rasakan. Juga berbagai factor yang membuat dia demikian.
“Wah, sebentar lagi.“
__ADS_1
Dicobanya beberapa langkah. Namun sudah mulai mengeluh lagi. Rasa ini tetap sama. Baik itu di dalam sarang mereka, maupun berada di hutan yang penuh onak duri, semua masih ngilu di rasakan.
Sehingga inginnya istirahat saja untuk tidak berpikiran terlampau panjang lagi. Dan mendiamkan supaya selekasnya pulih dari rasa sakit yang begitu parah ini.
“Yah, tak kuat bener.“ Lilin tetap bersikeras. Kalau rasanya memang tak tertahankan.
“Ya sudah kita berdiam,“ ujar Aqi menurut.
Atau pemikiran lain merasa sudah sangat jauh. Jadi kemungkinan mahluk itu memburu sangat kecil. Atau bisa saja jika mereka berdatangan, akan terlihat, sehingga akan ada aksi balasan yang mesti di kerjakan buat mereka yang nekat tersebut.
“Dah mumpung gelap.“
__ADS_1
“Iyalah.“
Disitu mereka duduk. Tak memperdulikan kalau tengah menduduki apa. Selain tak jelas, juga demi memulihkan tenaga. Maka di rasa situasi aman, itu pula yang dikerjakan. Dan dengan demikian maka sudah mulai sanggup memulihkan kekuatan.
Walau tidak kembali semuanya. Karena memang taka da benda yang masuk sama sekali, setidaknya rasa lelah tersebut bisa di usir dengan sendirinya sehingga bakalan sanggup menambah kekuatan yang semakin hilang kalau memaksa diri berjalan semakin jauh lagi.
“Aduh kita capek semua.“
Sembari menggelosor, mereka mengeluh. Membayangkan dunia yang damai. Tanpa dikejar-kejar ketakutan. Namun berikutnya terbayang lagi. Kalau tiba-tiba mereka sudah ada di dekatnya, dan melanjutkan kegiatan yang biadab tadi dengan mengejar-ngejar mereka terus serta tak membiarkan sama sekali mereka untuk mengembalikan nafas leganya, serta memulihkan kekuatan demi bisa berlari lebih panjang lagi. Itu yang membuat mereka kesal.
Semakin mangkel juga kalau musuh tahu-tahu melakukan aksinya kembali dengan mengagetkannya secara tiba-tiba dengan berdiri di sebelah mereka, atau muncul dari suatu tempat misterius. Sebab memang sangat tak bagus kalau memang mereka berbuat demikian. Sebab dimana tempat selalu bisa ditemukan, mengingat mereka mahluk aneh yang sanggup muncul tiba-tiba di lokasi yang tak di duga sebelumnya itu.
__ADS_1
Merekapun berdiam diri di sebuah tempat yang dirasa paling aman. Atau setidaknya sudah lumayan jauh. Walau tak jelas itu dimana mengingat kegelapan melingkupi seluruh daerah dimana mereka berhenti. Dan yang berikutnya dilakukan hanya menggelosor saja. Lalu terlelap. Tak ingat apa-apa.