Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 77


__ADS_3

“Kayaknya kita terus lari deh,“ ujar mereka yang seakan terus saja menyusuri jalanan tersebut. Sebab tak ada arah lain serta ganjalan yang menghadang. Maka kemungkinan ke sanalah yang terpasti.


Soalnya jika berhenti bakalan gawat. Mereka akan menyusul. Serta membuat mereka bakalan di cengkeram, kemudian cakar kuat itu akan mencakar mereka hingga tergores sebuah luka yang mengerikan.


Belum lagi kalau dibawa lagi ke suatu lokasi aneh yang tentu berbeda dengan sebelumnya, karena daerah tersebut berhasil di temukan, maka kalau tertangkap lagi akan di bawa ke ruang lain yang lebih pekat dan menyeramkan. Ini yang mesti di waspadai untuk di hindari.

__ADS_1


Jangan sampai demikian. Atau kalau akhirnya bisa keluar juga jangan berani-beraninya dating ke situ, serta bercerita pada orang lain yang penasaran untuk menuju ke lokasi itu serta mengikutinya seperti apa yang sudah pernah mereka alami.


Sebab orang-orang sekarang nyalinya besar-besar serta tak memperhitungkan resiko yang akan terjadi di belakang nanti. Itu yang mesti di hindari, serta di wartakan terhadap orang lain yang suka penasaran tersebut. Akan bercerita lebih baik kalau keinginan itu ke suatu lokasi dengan tak ada cakaran, dibandingkan ke lokasi yang penuh cakar seram ini.


Apalagi tiap pintu tak ada yang menjaga. Makanya lebih baik kalau menelusurinya. Serta tak perlu menoleh lagi. Sepanjang masih bisa mengikuti jalur tersebut. Jika terlalu berdiam diri, bisa saja mereka berhasil mengejar. Kemudian menangkap. Dan membuat mereka kembali melakukan pencarian. Ini yang terbaik. Yang adalah tak seperti sebelumnya, yang selalu saja di buat tak berdaya.

__ADS_1


Baru akan nyaman bila benar-benar berhasil keluar dari tempat tersebut. Itu yang diinginkan. Selain bakal lepas. Kemungkinannya tinggal menjangkau rumah, yang bisa di pikirkan nanti kalau segala situasinya aman terkendali. Dan bisa saja meminta bantuan penduduk kalau berada di luar tersebut. Kali ini jangankan minta bantuan, bertemu mereka saja tidak.


Dan yang ada hanya situasi mencekam, serta menyeret mereka pada kondisi yang terus demikian dari waktu ke waktu. Selain lokasinya begitu, mahluk nya yang ganas, serta kabut yang membuat bulu kuduk berdiri. Itu semua seakan taka da habis-habisnya terus membayang di depan mata sebagai bagian tak terpisahkan dari rasa ngeri yang terus berlanjut.


“Tapi belum ketemu aula besar itu.“

__ADS_1


Titik itu sulit di cari. Dan menjadi lokasi yang di tuju kali ini. Sebab merupakan sebuah titik untuk melintasinya dan menuju ke lorong keluar. Merasa belum lega jika jalan tersebut tak sampai-sampai ke lokasi. Sebab ruangan lega itu yang berikutnya mengarahkan mereka ke luar dari tempat ini. Berdasarkan pengalaman yang dulu mereka lalui. sebab kalau tidak mahluk-mahluk itu pasti terus saja mengganggunya sehingga tak bisa mencapai pintu keluar selagi tidak melewatinya. Atau dengan kata lain, kalau ingin lanjut ke gerbang akhir mesti melintasi tempat luas yang sebenarnya sangat membahayakan itu.


__ADS_2