
“Yuk kita masuk.“
“Oke.“
Mereka meninggalkan lokasi dimana mereka masuk tadi.
“Kau kasih tanda, biar kita tak kebingungan kalau mau keluar nanti,“ ujar Aqi. Untung tak lupa. Setidaknya kalau sudah meninggalkan tempat itu barang beberapa jengkal saja maka akan lupa. Apalagi gelap karena kabut dan keanehan terus menyelimuti.
__ADS_1
“Sudah.“
Lilin memberi tanda silang dengan batu juga, pada bagian belakang dia tadi. Dengan begitu ada yang lain dengan mereka dating tadi dengan sekarang saat hendak meninggalkan nya. Itu tanda singkat buat mengingat saja kalau pintu masuk itu ada di situ. Dan nanti akan langsung mendorong saja maka sudah bisa keluar dari tempat menyeramkan ini.
Memang ada bekas yang ditinggalkan dari goresan itu namun tak jelas kalau dari jarak yang lumayan jauh
“Ini sudah lumayan. Tak ada benda lain semisal kapur warna atau spidol. Tak membawa kan kita.“ Memang. Karena taka da persiapan sampai sejauh itu. Yang ada hanya HP. Karena sebelumnya juga tak berpikir jika bakalan berhari-hari menjangkau tempat itu saja. Sebab belum jelas menemukannya. Kalau sudah begini suatu saat nanti bakalan langsung mencari ke situ. Namun yang tengah mereka hadapi kini adalah suatu hal gaib. Portal kea lam lain. Yang bisa saja berubah. Sebab berdasarkan pengalaman si Aqi dan beberapa tokoh lain yang mengalami hal serupa, itu terjadi di lokasi yang berbeda. Pada awal Aqi menemukan juga di tempat batas hutan di dekat mobil mereka nyungsruk. Dan saat mereka mendatangi di lokasi yang sama, sama sekali tak bisa. Dan baru ketemu di sini. Pada lokasi yang lumayan jauh. Memakan waktu lama. Mungkin kalau tahu di sini, dari jarak semula juga tak akan lama. Tapi karena mereka mesti mencari banyak keterangan yang berkaitan dengan hal tersebut membuat kesulitan dalam perjalanan juga mencapai titik temu tadi.
__ADS_1
“Ya sudah. Kalau kita panik nanti kita tak akan bakal bisa langsung menemukan nya lo,“ ujar Aqi memperingatkan. Bagaimanapun akan sedikit susah jika ngeri dan takut. Jangankan mengalami hal tersebut. Saat begini saja sudah tak jelas. Dengan melangkah menjauhi sedikit sudah tak kentara. Terlihat hanya karena masih ingat di lokasi itu mereka buat. Kalau dalam kondisi yang tak menentu maka akan langsung sirna apa yang mereka tandai itu.
“Kan cuma sebentar. Ketemu langsung kita bawa. Ingat ini sudah di daerah berkabut. Kita tinggal nemu saja kan,“ ujar Lilin memastikan kalau mereka bakalan langsung bisa menemukan adiknya mengingat berbagai tanda-tanda sudah jelas dia rasakan kali ini terutama pada bagian pekat jalanan yang akan mereka lewati dimana hampir tak ada jarak pandang yang mampu menembus sekitarnya untuk langkah yang jauh. Berarti sudah berada di dunia mereka sekarang. Seperti apa yang sudah di jelaskan si Aqi dan banyak orang berpengalaman yang pernah masuk ke alam begini.
“Terserahlah,“ ujar Aqi akhir nya. Memang harapan nya itu. Ketemu langsung akan dia bawa pulang. Itu harapan. Yang meragukan kalau nanti sedikit ada kesulitan di sana. Mengingat yang mereka hadapi adalah mahluk mengerikan yang kekuatan nya melebihi mereka yang kali ini cuma berdua. Kalau lebih, mungkin juga akan bertambah. Walau tak sehebat mereka, dalam kondisi banyak, pasti akan bisa menanggulangi kemampuan yang cuma sedikit itu.
Mereka melanjutkan jalan.
__ADS_1