
“Ini kali Qi.“
Kembali di bukanya satu pintu yang menuju ke ruangan yang berseberangan dengan arah masuk itu.
“Yah tak ada.“ Kecewa Lilin. Tapi bagaimana lagi kalau memang adiknya tak di situ. Jadi mesti mencari ke lokasi lain yang mungkin saja ada di lain pintu. Pintu-pintu yang sangat banyak.
“Makanya terus mencari.“
Dalam ruangan itu hanya ada semacam beberapa benda yang terbengkalai. Ada meja. Ada kursi. Namun semua dalam kondisi tak tertata dengan baik. Dan seakan menutupi jalan masuk melalui lorong yang di buat lurus tersebut.
__ADS_1
“Ini buat apa ya Qi?“ tanya Lilin yang melihat satu bentuk menjadi yang melintang jalan mereka namun posisi nya sedikit menyimpang. Seakan baru saja di pakai buat bermain. Jadi tak tertata pada suatu lokasi yang benar.
“Entahlah.“
“Meja ini.“ Sudah jelas. Karena bentukannya demikian. Dari kayu, serta kaki yang hanya empat. Walau meja banyak jenisnya. Terkadang malah Cuma punya satu kaki. Atau bahkan lebih kalau memang sengaja di pakai buat berbagai kepentingan yang bisa di Tarik ulur. Dan yang sudah permanen banyak kaki serta sulit di pindah-pindahkan sehingga terdiam di posisi yang sama untuk banyak waktu. Atau memang sengaja di biarkan dengan terikat kuat dengan kaki yang tertanam di lantai ruangan. Itu jika memang tak menghendaki meja untuk di pindahkan ke lain tempat.
“Makanya, memang ada tamu kemari, jadi mesti di buat meja.“ Tak terbayangkan siapa tamu yang bersedia dating ke lokasi demikian. Sedangkan di cari juga susah. Alamatnya tak jelas. Jadi bagaimana mereka akan masuk ke situ. Kalau di lain tempat mungkin bisa naik dengan bus khusus, dimana akan menjemput di suatu lokasi. Lah ini sangat beda. Yang pastinya bakalan sulit. Serta kalau di sini tak ada bus. Mungkin akan menggunakan dengan kereta kencana yang di tarik dengan kuda putih, atau oleh para mahluk itu sendiri, karena dengan melayang, maka tak akan berat.
“Namanya juga alam lain. Walau berbeda, namun di buat mirip dengan suasana di keseharian kita,“ jelas Aqi. Makanya tak heran jika ada pasar, ada rumah sakit hantu, atau ada juga pesta maut. Yang kesemuanya tentu saja ada di dunia nyata, namun ada ke negeri lain ini. Jadi kalau orang sampai tersesat hingga masuk ke dunia roh, itu tak akan membuat mereka kebingungan. Hanya karena kondisi yang tentu saja berbeda, membuat seakan aneh saja. Misalkan di dunia ada pasar, maka di negeri lain juga ada pasar, yang sering di sebut pasar setan. Dimana berbagai transaksi jual beli di lakukan, tapi tetap saja ada keanehannya. Semisal para pembeli yang banyak diam, atau penjual yang bermuka pucat. Walau jualannya kebanyakan sama saja seperti di pasar kuno. Juga ada bus hantu. Karena di dunia juga banyak bus. Tentu saja banyak bedanya. Kalau bus ini penumpangnya diam. Dan semua diam tanpa suara. Yang langsung ketahuan jika justru si penumpang itulah hantunya, sementara para penumpang diam karena mengantuk dan tak saling kenal. Inilah misterinya dunia lain yang seakan berbalikan dengan dunia sebenarnya walau persamaan yang ada hanya pada tempat dimana lokasi menyeramkan itu terjadi.
__ADS_1
“Begitu ya.“
“Mungkin.“
“Jadi ini bisa jadi di pakai untuk mereka dalam kebutuhan sehati-hari.“
“Bisa jadi.“
Mereka terus melangkah untuk menuju ke pintu selanjutnya.
__ADS_1