
“Cepat sekali lari mereka.“
Lalan berusaha bangun. Kakinya yang sakit membuat dia tak berdaya. Sampai akhirnya tetap dipegang.
”Hehe…..”
Mahluk itu nampak senang sekali mengetahui hal tersebut yang selama ini di kejar nampaknya sudah tak bisa melakukan perlawanan lagi, untuk kemudian akan dimasukkan lagi ke ruang khusus yang sangat menjengkelkan tersebut, serta sangat sulit untuk melakukan pembobolan. Sebab dijaga dengan sangat ketat, serta dilindungi dari portal gaib yang tak sembarang orang mampu menembusnya.
”Ah!”
Lalan meringis. Sakit sekali rasanya. Tangan tersebut bercakar. Kuku yang mengerikan. Bisa saja menggores kulit ari-nya. Serta membuat luka yang dalam. Bahkan yang lebih ngeri kalau sampai infeksi.
__ADS_1
Memang tak jauh dari perkiraan tersebut. Sebab sangat ngeri. Dan bukan hanya luka menganga saja yang di peroleh, akan tetapi bisa jadi bakalan membuat negri seperti halnya dengan robekan yang diakibatkan binatang liar. Pasti bakalan mengalami hal tersebut.
Karena tak jarang para penghuni rimba liar itu begitu banyak menyimpan bakteri tidak bagus dalam mulutnya yang diakibatkan dari makanan yang telah ia santap atau memang hasil dari mulut sendiri tersebut yang membuat
”Tolong jangan!”
Lalan terus meronta. Dia tak ingin ke pegang lagi. Untuk jadi tawanannya. Yang sejauh ini tak merasa, tak sadar diri. Tapi akan lebih ngeri lagi kalau diperlakukan lebih dari hal itu yang nantinya bakalan dibuat sangat menderita atau akan jadi anggota, maka akan sangat parah.
”Hehe…”
Tetap saja mahluk itu mengekeh. Mereka tak mau tahu dengan kesulitan yang tengah di hadapi si pemuda. Sebab selama ini mereka yang sulit. Dengan perilaku tak bagus tersebut.
__ADS_1
Sehingga mereka yang hidup dalam kondisi tenang harus terus berlari-lari mencari-cari bahkan mengejar yang banyak mengeluarkan tenaga karena anak muda tersebut yang enggan mentaati apa yang mereka inginkan. Inilah akhirnya yang membuat hal demikian jadi sesuatu yang terasa menyulitkan. Buat mereka serta para kelompok yang tak menghendaki datangnya banyak tantangan kala ingin mendapat mahluk misterius yang kini ada di depan mereka.
”Haduh.”
Untung kedua kakaknya melihat. Mereka kemudian membalik. Mendapatkan lalan. Serta apapun itu asal dia bisa lepas. Dan mencoba menariknya. Dengan paksa.
Sebab tak ingin mereka kehilangan adik. Sejelek apapun itu, namanya keluarga mesti saling mengisi. Kalau kesulitan membantu. Dan jika terjadi suatu hal yang menyakitkan akan saling menguatkan.
Sehingga hilang segala lara dan pikiran tak bagus untuk rasa tersebut. Makanya sebisa mungkin berusaha membebaskannya untuk kemudian akan dibawa pulang.
Seperti tujuan awal dari rumah yang memang akan mencari anak ini agar bisa diperlakukan kembali dengan sangat bagus, serta membawanya dengan kehidupan yang lebih baik, mulai dari tempat ini yang tak wajar, kehidupan sebelumnya yang memang sudah sangat kacau, dan perlu setelahnya menjadikan sebagai manusia yang bisa dijadikan panutan buat lingkungannya. Kalaupun tak sampai maksimal, palin tidak tak akan merepotkan sesamanya lagi.
__ADS_1
“Ayo kita bareng menariknya.“