Cakar Seram

Cakar Seram
Episode 44


__ADS_3

“Itu sih kucing,“ ujar Aqi setelah memperhatikan dengan seksama. Kalau masih dalam relung sebuah tebing begitu memang tak nampak wujudnya jika di lihat dari satu lokasi saja. Setelah memperhatikan dengan serius, tak ada yang menakutkan sama sekali. Walau tak menutup kemungkinan mereka terkadang juga berbahaya. Makanya tak jarang ada orang yang bakalan kena imbas jika terkena serangan nya. Selain luka, kalau banyak mereka juga bisa bau kotoran nya, serta kadang tempat nya menjadi acak-acakan yang sulit di atur. Bahkan kalau punya motor, maka jok dan alas kaki kadang di jadikan mainan membuat nya penuh dengan cakaran - cakaran ganas.


“Yang penting ada cakarnya.“


“Yah gitu doang.“

__ADS_1


“Kayaknya dia habis di buang sama pemiliknya“


“Di sini kan sepi.“


“Biar mencari makan sendiri, biasanya begitu.“ Padahal bagi mereka itu akan sedikit sulit. Karena tak terbiasa. Maklum hanya sebagai binatang peliharaan di rumah, yang tentunya gerak nya menjadi lamban. Walau tidak jarang kalau dari mereka akan mendapat buruan kala ada tikus dan sejenisnya di lingkungan rumah. Namun kalau mesti mencari sendiri di hutan demikian jangankan tikus, yang lain juga akan sulit di temui. Sebab masing-masing mereka akan mencari keselamatan sendiri. Sebab sepperti hukum rimba yang siapa kuat dia yang mampu bertahan. Itulah makanya si tikus yang tidak kuat bakalan mencari cara bagaimana sanggup untuk mempertahankan hidup seraya berkembang biak agar anak nya juga tumbuh subur untuk terus melestarikan nya di dunia. Inilah yang diharapkan para pembuang itu. Sehingga i mungkinkan mereka tak akan kekurangan karena anggapannya si tikus juga banyak. Sekaligus bisa buat mengurangi mereka dari populasi yang sanggup merubah ekosistem di lingkungan tersebut kalau pertumbuhan hama lebih cepat dari hasil panen yang semestinya di dapat. Maka tak ayal lagi akan membuat gagal panen yang akhirnya akan mengeluh, bahkan untuk lebih jauhnya bakalan enggan untuk menanam lagi akibat sudah apek dan letih berusaha, namun hasilnya di ambil orang.

__ADS_1


“Begitu para pemilik biasanya suka membuang mereka antaran cepat sekali pertumbuhan nya membuat kesulitan mengasih makan. Sehingga akan mati pelan-pelan. Atau akan ramai jika terus mengembang biak semakin ramai. Sebab binatang tersebut sangat cepat produksi nya.“


“Bukan itu yang kita cari.“


“Lucu anaknya, tiga,“ kata Lilin. Kalau saja di rumah sudah di ambil. Tapi ini ada urusan yang lebih penting dari hanya sekedar melihat kelucuan mereka. Namanya juga masih kecil jadi masih manis-manis nya, karena si induk juga selalu memperhatikan kebersihan mereka dengan setia dan telaten akan menjilati bulu lembut si baby untuk menghilangkan kesan kumuh. Sehingga akan selalu bersih. Selama masih dalam perlindungan nya, maka hewan itu akan terus mengikuti nya.

__ADS_1


“Para monster baru itu.“


“Yuk nyari.“


__ADS_2