
“Wah tapi bagaimana ya?“
“Kenapa…“ ujar Aqi. Ada kebimbangan. Dan itu kurang bagus. Untuk langkah selanjutnya. Kalaupun melaksanakan, pasti akan terhambat oleh rencana. Dan apalagi bila tak meneruskan, akan semakin parah saja. Itu akan membuat keputusan selanjutnya menjadi kurang maksimal.
“Kita jadi tak kuat ini.“
“Sedangkan dalam posisi lengkap saja tenaga kita sudah payah,“ Bisa di pahami, karena mereka juga belum kemasukan banyak makanan yang bisa menghasilkan tenaga, sudah itu mesti berhadapan dengan kondisi mengerikan yang hasilnya tentu telah bisa dibayangkan akan sangat menghambat dalam melangkah. Belum lagi jika memikirkan sakit yang diderita kawan wanita itu, hal ini semakin memperparah kondisi serta bagaimana menentukan kelanjutan langkah mereka, apakah akan terus, atau sekedar mampu bertahan di tempat mengerikan tersebut sehingga lama kelamaan tenaga akan habis, dan akhirnya tetap berada dalam cengkeraman si mahluk dengan hunian yang tak layak tersebut.
__ADS_1
“Apalagi jika sampai pisah. Tentu akan semakin memperlemah kita.“
“Lalu bagaimana lagi?“ Aqi juga bingung. Semua jalan telah di coba. Namun yang bertemu hanya itu dan itu saja, yang lebih bagus rasanya taka da, serta kembali pada persoalan mencari pintu keluar yang sampai sekarang benar-benar tak bisa di peroleh. Ini yang terus membuat kebingungan. “Kayaknya ini pikiran paling bagus. “
Belum sempat memutuskan selanjutnya, sudah banyak kendala. Dan kali ini muncul dengan lebih gamblang. Kendala itu semakin banyak saja. Terutama saat melihat para mahluk jelas-jelas sudah berada di dekat mereka dan posisinya semakin kelihatan dengan cakar menyeramkan yang terus saja di tunjukkan olehnya yang suka menggunakan benda alami itu untuk satu hal yang tak benar tadi.
Belum jauh lari mereka. Bahkan baru saja mempunyai ide untuk mengganjal pintu supaya lebih kuat dan si mahluk terhambat cara mengejarnya, kini sudah bertemu lagi. Ya manusia serigala tersebut terus saja menebarkan aroma kebengisannya yang semakin Nampak menyeramkan itu. Kali ini bahkan lebih dari satu. Banyangkan, satu saja sulitnya minta ampun. Dengan kekuatan diatas rata-rata yang sepertinya hanya bangsa seperti mereka saja yang mampu mengimbanginya, terutama para siluman kelas mengerikan yang punya kekuatan hebat, dengan ditambah jumlah yang semakin banyak, tentunya tenaga yang dikeluarkan nanti akan menjadi semakin berlipat ganda juga. Dan kengerian yang terlihat semakin besar.
__ADS_1
Di depan itu sudah nampak si mahluk dengan senyum menyeringai yang mengerikan. Mereka Nampak tengah menunggu, namun bukan dengan cara yang wajar, dan menunggu layaknya sudah siap dalam kondisi demikian guna bisa menemui si orang yang sudah ditunggu sejak lama dan sangat sulit mendapatkannya itu. Sehingga nampak sedikit gelisah, resah dengan tak terarah dan selalu bergerak kesana kemari sembari memegang beberapa peralatan aneh. Belum lagi cakar yang memang sudah wajib di punyai sebagai sosok dengan julukannya tersebut, yang menjadikan sebagai ciri khasnya yang mengerikan, di samping gigi-gigi mereka yang juga tak bisa di bilang bagus. Bahkan kalau di pikir hal itu lebih cenderung pada satu hal yang mengerikan dan selebihnya sangat membuat semua yang melihat akan lari ketakutan, jika mungkin, atau sekedar mengkerut, kalau memang sangat terpojok untuk tak bisa kemanapun.
Di belakang masih ada. Dia berhasil mendorong pintu di palang yang rupanya bukan ukuran mereka yang punya kekuatan hebat.
“Itu.“
“Yah tak ada tempat.“
__ADS_1
Semakin bingung mereka.