
Mereka terus melanjutkan langkah menuju pintu-pintu lain yang sangat banyak itu.
“Wah Qi, itu pintu lagi,“ ujar Lilin. Sama seperti sebelumnya juga kalau pintu-pintu tersebut kelihatan kokoh dan berat. Sehingga untuk membuka saja sudah enggan. Apalagi guna masuk ke dalamnya yang penuh dengan misteri. Yang bisa saja akan langsung menemukan suatu hal menyeramkan. Bisa jadi mahluk itu tengah menghadang atau masih berjaga untuk tak membolehkan orang lain masuk dalam ruangan khusus yang tengah di jaganya itu.
“Iyalah sangat banyak pokoknya,“ ujar Aqi. Dia juga lupa sudah berapa banyak pintu yang terbuka. Dan dahulu mana sempat menghitung, karena kondisi yang tak mungkin untuk penelitian. Yang bisa Cuma melewati saja. Itu juga masih berpikir kalau-kalau tak bisa di buka. Karena pintu jelas berat apalagi kalau seret akibat posisi himpitan kayu nya begitu kuat. Sehingga mendorong juga susah. Seakan terkunci. Walau tidak demikian. Hanya seret saja. Dan yang jelas segalanya menjadi kacau. Tak bisa menghitung, sekedar lari dari kejaran mereka itu.
“Adakah sewu?“ tanya Lilin. Penasaran juga dia dengan begitu banyaknya ruang, maka sejumlah itu pintu yang di buat. Bahkan akan lebih kalau tembus di salah satu ujungnya sebagai bagian keluar dari lokasi tersebut. Entah dahulunya untuk apa jika ruang banyak-banyak namun taka da isinya sama sekali. Kalaupun sebagai tempat tidur, pastinya hanya perlu satu. Kecuali jika buat rumah sakit, maka andai ada pandemic, sebanyak itu ruangan juga bakalan kekurangan karena yang membutuhkan juga lebih banyak. Sehingga perlu menambah bangsal-bangsal yang saling berdekatan agar bisa terobati semua. Sedangkan kai ini benar benar aneh. Semua itu lorong belaka guna menjangkau diantar ruang demi ruang yang tertutup oleh pintu berat.
__ADS_1
“Ya nggak tahu. Paling nggak ada. Cuma karena banyak dianggap seribu. Orang kan begitu bisanya enggan menghitung jadi main pukul saja jumlah demikian. Kalau Cuma seratus kan kurang serem. Makanya memakai sejumlah itu.“
“Begitu yah.“
“Kira-kira. “
Untung baru menguak sedikit. Jadi sesuatu di dalam sana tak mengetahuinya. Dari posisi demikian sudah Nampak jelas bahwa ada sesuatu di ujung ruang seberang dari pintu tersebut.
__ADS_1
“Stt, itu mereka,“ ujar Aqi. Keduanya seketika memperhatikan dengan seksama dari celah pintu. Mereka tak berani menguak lebar-lebar. Cukup demikian saja, yang penting semua bisa tampak dari posisi ini dan gerak-gerik musuh itu terpantau dengan jelas.
“Wah mereka menyeramkan ya,“ ujar Lilin yang baru melihat kali ini. Biasanya hanya dari kisah orang tentang keadaan ganjil dari sebuah mahluk yang begitu ganas namun sulit di temui. Juga dari kisah si Aqi dengan adiknya yang hilang dulu itu bertemu dengan rombongan mahluk ganas. Dan teryata kini adiknya mengulang lagi. Makanya dia sangat penasaran dengan keberadaan si mahluk. Namun kali ini kelihatannya dia enggan untuk menemuinya lagi, jika mereka saja demikian menyeramkan begitu.
Aqi hanya mengangguk pelan. Ingin bicara banyak juga bagaimana. Keras apalagi. Malahan nanti membuat mereka marah lalu mendatangi posisi aneh di situ serta akhirnya bakalan kembali menyeret mereka ke petualangan yang lebih menyedihkan dengan proses pencarian yang belum juga usai sudah ketambahan dengan di kejar-kejar para penghuni daerah seram ini dengan rasa ngeri yang terus bertambah.
“Gawat kalau sampai tahu.“
__ADS_1