
“Buka Qi?“ ujar Lilin begitu sampai di suatu pintu yang lain. Pintu yang nampaknya sama saja jika tak perlu meneliti dengan seksama. Namun karena se-alur dengan perjalanan yang semakin lama seakan selalu menembus ke sisi yang berseberangan membuat mereka yakin jika pintu itu adalah pintu yang lain guna menuju ke lokasi yang tentunya berbeda dengan yang ada di awal tadi. Inilah mengerikannya suatu lokasi yang tak tersentuh oleh siapapun itu. Yang jelas bakalan semakin membingungkan bagi orang yang datang. Juga karena mereka bukan orang sembarangan tentunya.
Mereka melewati lorong yang demikian panjang. Namun anehnya sepi. Padahal kalau lorong panjang kan ramai. Semisal suatu gedung maka bakalan banyak tempat tidur dorong yang dipersiapkan serta di pergunakan untuk keperluan tertentu sehingga ruangan yang semula tak muat, bisa di fungsikan dalam lorong tersebut. Ini aneh.
__ADS_1
Mengapa lorong yang demikian luas dibiarkan sepi? Hal ini sesuai dengan apa yang pertama kali di alami oleh Aqi dan Lalan sebelum itu. Dan sampai saat ini masih keheranan.
Dia tak menduga bakalan kembali ke lokasi yang di takuti serta tak ingin di pijak kembali. Bagaimana ingin kalau jantung taruhannya. Tiap kalai berkelebat musuh selalu saja mesti menahan napas. Dan belum lagi cengkeraman nya itu yang selalu membuat bulu roma bergidik meskipun sudah lama kejadiannya, seakan masih terasa.
__ADS_1
Namun bagaimana lagi. Ada suatu tujuan yang tak mungkin dia hindari. Tujuan yang sekiranya bisa membantu seseorang yang menambah usia orang tersebut juga bisa bertambah lama juga seiring waktu yang bergulir. Sehingga bila itu kejadiannya, maka yang lama akan bertambah lama, serta bisa memperbaiki hidup. Serta kalau banyak kekurangan akan di perbaiki, termasuk dosa-dosa yang sebelumnya pernah dia buat bakalan dia perbaiki dengan perbuatan yang mengikuti norma serta kaidah yang berlaku. Maka untuk selanjutnya kehidupannya lebih tertata.
Menyebalkan seseorang bukan berarti taka da sisi positifnya. Karena lingkungan dia juga lebih parah. Bahkan sudah tak bisa dia obati. Jadi semenjak kecil hingga besar begitu terus. Bahkan lebih parah. Dan yang paling arah terkadang tak sampai lanjut. Hanya saja di keluarga memang dia terkenal yang paling Bengal. Karena hanya dia yang lelaki. Kecil. Dan masih dalam didikan. Itu yang membuat dia seakan-akan paling nakal.
__ADS_1
“Ya, tapi pelan-pelan. Jangan sampai mengejutkan mereka yang tengah terlelap di ruangan yang sejuk mereka,“ ujar Aqi sembari membayangkan mereka tengah beristirahat dengan santai dalam suatu ruangan yang pengap dan para mahluk itu rebahan sembari menjulurkan kepala supaya bisa nyaman tidur, lalau memejamkan mata melintasi waktu yang seakan tak ada bedanya dari waktu ke waktu akibat daerah itu Nampak demikian saja. Matahari seakan enggan menembus nya. Dan bertambah pengap dengan bertambahnya kabut kala pergantian hari. Hal ini juga yang mungkin membuat orang lupa waktu, sehingga berlama-lama berada di tempat tersebut seakan hanya sekejap saja tanpa terasa. Akibat tak bisa membedakan setiap saat nya itu. Namun yang jelas-orang orang di situ demikian nyaman untuk berada dalam lokasi yang tak tersentuh ini. Dan berakibat tak adanya persaingan diantara orang kuat yang akan saling rebut kuasa dalam bertahan hdup di lokasi yang aneh begitu.
“Oke.“
__ADS_1