
“Celaka kalau gini.“
Tak ada jalan lain. Kalau berhenti pasti di tangkap. Kalau terus sakitnya semakin parah. Membingungkan. Karen sakit yang baru terjadi ini rasanya memang tidak ketulungan. Dan mesti mendiamkan beberapa waktu agar tidak semakin parah saja posisinya.
Tapi mau diam bagaimana jika kondisinya lagi begitu, dan tak bisa meremehkan mereka yang benar-benar tengah melakukan pengejaran ini. Kalau selalu diam, supaya yang tengah sakit bisa membaik, nyatanya selalu di buru, dengan sosok mereka yang kali ini saja Nampak sangat banyak, serta terus berdatangan menuju ke ruang dimana mereka lagi asyik-asiknya berada dalam kondisi terjepit untuk selalu menuju ke ruang seterusnya dimana pintu yang saling menghubungkan tetap masih tertutup dengan rapat. Ini yang membuat seakan jalanan mereka buntu.
Walau sebenarnya tiap ruang tersebut akan saling menghubungkan antara mereka untuk menuju ke luar yang sampai saat ini masih banyak mengalami halangan dan gangguan dari mereka yang tak menghendakinya. Bisa jadi bentuk secara langsung atau kondisi aneh yang terus saja mereka alami dengan nuansa misterius yang dirasakan sepanjang perjalanan mereka, khususnya kala berada dalam ruangan yang seakan tak berujung tersebut.
__ADS_1
“Awas!“
Lilin berusaha di tarik. Dan mahluk itu meluncur dengan kencang. Yang rencananya tentu saja akan menangkap si Lilin. Tetapi dengan di tahan posisinya membuat langsung terhenti.
Dan tidak sampai mengenai akibat posisi cepat tadi seakan tak terkontrol dan terus meluncur begitu saja. Saking cepatnya. Bahkan hampir menabrak dinding. Untung ditahan dengan kekuatan sendiri yang memang sangat baik dalam mencengkeram lantai ruangan yang lumayan halus tersebut. Setidaknya kekuatan itu mampu untuk menghentikan tenaga dorong tadi menjadi terhenti tanpa membentur badannya ke benda keras yang menghalangi posisi mereka dengan ruang lain.
“Ih, hampir saja,“ ujar Lilin yang merasakan jantungnya berdetak sangat cepat.
__ADS_1
Seakan tak bisa terkendali. Jangankan suatu hal yang sangat menakutkan begitu. Kena kaget sedikit saja rasanya sudah tak ketulungan. Apalagi bila saat-saat bulan tertentu. Dimana banyak terjadi letusan-letusan. Baik itu mercon, petasan jungway, maupun jeblugan serta karbit. Maka semua itu pertanda yang tak baik buat pendengarannya yang langsung terhubung dengan kondisi jantung yang mengerikan.
“Cepat menghindar,“ ujar Aqi yang melihat si Lilin malahan kacau akibat terlampau diam akibat rasa terkejut yang memang sangat mengerikan kala menyadari demikian kacaunya sesuatu yang di perbuat secara mendadak tadi. Ini yang seringkali membuat setiap orang akan langsung tertegun dalam diam, sebab begitu mengagetkan.
“Jangan diam saja.“
Mau bagaimana lagi, kalau posisinya memang lagi terkejut-terkejutnya. Untunglah diingatkan. Jadi sontak langsung bisa ingat dan siap melakukan gerakan lagi. Hal inilah yang membuat Aqi mesti selalu mengingatkan supaya bergerak, agar tidak terdiam terus dan mudah untuk dilakukan penangkapan oleh mereka yang tengah memburu itu. Sehingga akan terbebas dari musuh yang berusaha menangkapnya untuk nantinya di belenggu.
__ADS_1