
Mereka terus berjalan, belum begitu jauh dalam menyibak kabut, nampak ada pintu aneh. Mereka dekati perlahan. Lalu di kuak. Dan terlihat di dalamnya yang sunyi sepi, namun luas.
“Wah ini seperti yang dulu pernah ku lewati,“ ujar Aqi mengingat barang lama yang sudah membuat nya trauma. Dan sebenarnya tak ingin kembali ke situ. Sebab ada pepatah mengatakan kalau sudah masuk bakalan tak bisa keluar kecuali mati. Itu yang membuat dia seakan teringat terus serta tak ingin kembali ke lokasi yang sama hanya untuk mengulangi perbuatan tak menyenangkan ini. Hanya karena ada saudara yang hilang membuat dia mesti kembali ke situ.
__ADS_1
“Ini…“
“Iya. Nanti di sana ada aula yang sangat luas,“ ujar Aqi lagi sembari membayangkan kejadian yang lalu itu dan membayangkan ruangan yang begitu luas mirip aula di suatu instansi namun kala itu masih dalam kondisi kosong. Dimana terus keinget kalau-kalau tengah dipakai buat berkumpul ribuan mahluk berkepala aneh dengan saling menatap dengan mata merah menyala yang tak menghendaki orang untuk masuk ke dunia mereka yang seakan nanti bakalan membocorkan rahasia itu dalam suatu perbincangan antar teman yang akrab missal dalam warung kopi atau di lapo tuak tengah hutan. Kan bakalan membuat mereka jengkel nanti nya.
__ADS_1
“Jangan spoiler dong Qi,“ ujar Lilin yang mangkel banget sudah di bocorkan apa yang belum dia lihat. Nantinya membuat dia kehilangan kesukaan, dan begitu paham kalau semua seakan sudah ada dalam ingatannya. Makanya banyak orang yang sebel kalau kisah dalam cerita yang hendak dia lihat sudah di bicarakan dulu. Inginnya mereka melihat sama-sama, dan baru tahu rasanya melintasi ruangan yang sangat di takuti itu. Sebab rasanya orang yang baru mengalami sama orang yang sudah tahu, tentu efek takut yang dirasa akan berbeda. Dan ini membuat sangat histeria kala benar-benar kenyataan di depan mata.
“Aku kan belum pernah ke sana,“ tegas Lilin. Dia masih penasaran dengan ruangan aneh yang membuat Aqi begitu ketakutan kala melintasinya. Sementara jelas-jelas kosong. Dan semua itu hanya dalam pikirannya yang membuat dia terbayang-bayang.
__ADS_1
“Biar kita jaga-jaga kan,“ jelas Aqi. Bagaimanapun, kalau sudah dalam kondisi ini maka akan siap menghadapi segala tantangan dan mengatasi rintangan yang menghadang. Tentu saja kalau perlu melawan mereka semua yang tengah memburunya. Jadi segalanya sudah bisa di ketahui kemungkinan nya.
“Huh.“
__ADS_1