
Setelah masuk. Pintu ditutup. Mencoba mengganjal dengan barang yang ada. Walau tak terkunci. Tapi lumayan bisa menahan.
“Nah begini kayaknya kuat.“ Agak lega dengan ganjal yang sederhana begitu akan tetapi mampu menahan orang dari sisi sebaliknya untuk mampu membukanya. Sebab tak jarang suatu kuncian sederhana namun sulit membuatnya. Ini terjadi saat kunci itu di barengi dengan kuncian dengan mantra gaib yang memang sangat sulit membuka akibat ada unsur-unsur tak kelihatan yang ikut membantu menahannya. Sebut saja kisah para firaun yang melakukan kuncian dalam ruang rahasia penuh dengan harta karun keemasannya yang hanya menggunakan simpul tangan, dalam artian simpul itu biasa saja dari semacam tambang sederhana, namun di bentuk seperti tangan yang tengah memegang gagang pintu tadi. Dimana dengan dilambari pakai kekuatan ganas dari sesuatu yang tak Nampak lewat mantra-mantra ahli nujum istana yang begitu sakti dan terpercaya oleh para raja, membuat hal demikian sangat kuat. Hal ini terbukti dengan tidak berhasil terbukanya selama ribuan tahun tetap pada kondisi seperti di awal saat membuat. Ini bisa jadi karena memang tak pernah di temukan oleh orang lain, namun juga membuat orang masa kini yang percaya hal-hal mistis meyakini jika satu kekuatan gelap tersebut mampu menutupi dari tatapan dunia luar. Tetapi andai mengingat jika yang menemukan juga orang biasa yang tak tahu menahu akan hal mistis begitu, bisa jadi semua hanya terjadi secara alamiah, dimana dinding-dinding batu yang membisu itu mampu menahannya dari berbagai serangan baik cuaca maupun tangan-tangan liar dengan mata tajamnya yang tak mampu menembus. Hal ini seiring dengan berita menakutkan akan daerah tersebut yang memang merupakan makam raja-raja kuno dimana orang luar akan bergidig dahulu sebelum meneruskan langkahnya masuk ke dalam tempat itu untuk selanjutnya tak berani lebih dalam lagi, bahkan sampai mengorek-ngorek bebatuan yang justru merupakan kuncian rahasia dari sang pembuatnya.
__ADS_1
“Ya… Setidaknya bisa menahan sebentar.“ Sangat yakin sekarang. Andai orang juga tak bakalan bisa membuka pengganjal tersebut. Akibat dirasa sangat kuat tadi. Namun ini mahluk ganas, yang kekuatannya sudah teruji dengan membandingkannya dengan tiga orang perkasa sekaligus, atau gajah bengkak yang tengah di sengat lebah dan sangat perkasa juga. “Dan tak langsung memburu.“
“Kalau dari arah sana. Tapi…“ Tak mampu melanjutkan akibat dia tak yakin pemikirannya itu bakalan bisa diterima orang lain yang ada disitu atau tidak. Sebab dirasa sangat mengerikan kalau membayangkannya. Walau kenyataannya memang demikian, yang dia ucapkan benar-benar mendekati kenyataan. Tinggal menunggu kedatangannya saja maka apa yang di ucapkan tersebut bisa mengakibatkan bulu roma mereka berdiri semua.
__ADS_1
“Lu, pikirannya sembarangan!“ Mangkel banget si Lilin mendengar dia berkata demikian. Sni jalannya sudah kesulitan, malah di takut-takuti, maka akan jadi buruk nantinya. Bahkan akan sedikit enggan untuk melangkah lebih jauh dari tempat dimana mereka kali ini beranjak. Jika mengingat mereka tak berhenti dalam memburu mereka terus.
“Ya kan sebelumnya begitu. Kita tak menduga tahu-tahu ada saja di dekat kita,“ ujar Lalan dengan tak perlu meneruskan perkataannya, tapi semua rasanya sudah bisa membayangkan kejadian yang belum lama terjadi tadi.
__ADS_1
“Ya lah.“