
Mereka terus lari. Berusaha menghindari kejaran musuh. Yang sangat cepat dalam bergerak di dunianya.
“Tolong!“
Lalan berteriak. Semakin mengerikan dia. Apalagi di ruang yang tertutup begitu, teriakannya seakan menggema. Memantul di seluruh lokasi. Menjadikannya berulangkali terdengar. Dan gaungnya itu terdengar semakin mengerikan saja. Maklum ruangan sepi. Dan teriakan si mahluk juga menambah seramnya suasana di lokasi yang aneh begitu.
“Kenapa?“ ujar yang lain. Namun terus berusaha melarikan diri. Mereka tak ingin tolah-toleh lagi. Setidaknya sampai di lokasi lain yang rasanya lebih aman. Karena kalau sedikit saja meleng, bakalan mengurangi banyak waktu. Dan kecepatan itu semakin menurun. Belum lagi kalau terhalang sesuatu. Maka mengakibatkan tumbukan yang sangat mengerikan. Dengan kecepatan yang demikian, akan membuat salah satunya sakit. Tentu saja jika yang di depan hidup. Namun kalau tembok, sudah pasti siapa yang menderita.
“Aku di tariknya!“
Lalan berteriak. Rupanya kejaran mahluk itu demikian kencang. Hingga berhasil menangkap. Bayangkan dengan tubuh demikian ramping, juga dalam dunia kekuasaannya, membuat langkah mereka terasa ringan dan begitu panjang. Juga tahu titik mana yang rasanya berbahaya, serta daerah kosong yang bisa memacunya cepat-cepat.
“Waduh.“
__ADS_1
Yang lain cemas. Berhenti sejenak. Menunggu, kalau-kalau masih bisa membantu rekannya.
Belum usai semua itu. Lalan sudah berkata. “Kakiku sakit ini.“
“Wah kau kenapa lagi Lan?“
“Ini jatuh.“
Jelas Lalan menerangkan.
Namun apa daya. Jika mahluk itu demikian lincah. Satu langkah saja bisa tiga empat kali manusia biasa. Terlebih lagi yang jalannya ngesot. Maka akan semakin terkejar. Benar saja, belum juga berpikir lebih jauh dia telah tersusul. Dengan serta merta mahluk langsung memegangnya.
Dan dengan cakarnya yang menyeramkan, langsung saja menahan pakaian Lalan. Hal ini membuatnya terhenti sejenak. Dia berteriak. Tapi yang lain seakan tak mendengar. Terus saja lari.
__ADS_1
Makanya dia sekuat tenaga berusaha membebaskan diri sendiri. Dan tak tahu kelanjutannya. Dia asal gerak saja. Entah bajunya robek atau tidak. Pokoknya asal bisa lepas sudah lega. Itulah yang berikutnya terjadi. Dia memang lepas. Namun entah bagaimana dengan bajunya. Apa Cuma robek atau lepas sekalian. Yang jelas dia bebas.
Berikutnya berusaha lari kembali. Menyusul dua saudaranya. Hanya saying, jalan demikian aneh. Membuat keseimbangannya berkurang. Jadi begitu.
Dia lari namun tersuruk. Di ruangan tersebut, yang nampaknya rata. Tapi akibat keseimbangannya menurun, membuat dia tak bisa mengendalikan tubuhnya. Dan terjerembab.
Pegangan mahluk itu memang lepas. Tapi ada hal mengerikan lain. Dia sudah tak bisa berbuat banyak. Yang menjadikan sangat mudah ditangkap jika mahluk itu mau membalik untuk berusaha mendapatkannya. Hanya memang sedikit lega.
Karena mahluk itu juga terlanjur menjauh, seiring dengan kecepatannya yang sulit untuk berhenti mendadak. Barulah sadar setelah beberapa langkah dari posisi tubuh Lalan. Dan selebihnya membalik kembali.
Kemudian dia mencoba bangkit untuk lari lagi. Berusaha meninggalkan si mahluk yang masih kesulitan maneuver diri. Untuk kembali mendapatkan buruannya yang sedikit kelewat dan terjatuh tersebut.
Hanya kakinya yang kali ini merasakan sakit.
__ADS_1
“Wah…“